Masa Kampanye, Penukaran Uang di BI Purwokerto Meningkat
Editor: Satmoko Budi Santoso
CILACAP – Memasuki masa kampanye terbuka, dalam beberapa hari terakhir penukaran uang di wilayah Bank Indonesia (BI) Purwokerto meningkat cukup signifikan. Terutama untuk penukaran uang kecil pecahan Rp 20.000 ke bawah.
Kepala BI Purwokerto, Agus Chusaini, dalam acara ngopi bareng wartawan di Cilacap, Selasa (9/4/2019) malam membenarkan adanya peningkatan penukaran uang tersebut. Namun, pihaknya tidak mempunyai data apakah peningkatan penukaran uang kecil tersebut berhubungan dengan momen kampanye atau tidak.
Sebab, dalam setiap transaksi penukaran, pihak perbankan tidak akan menanyakan penggunaan atau pun maksud dari penukaran uang tersebut.
“Peningkatan penukaran uang kecil terpantau salah satunya dari antrian penukaran di Kantor BI Purwokerto, jika pada hari biasa hanya ada 2-3 orang yang menukar uang, sekarang antrian meningkat sekitar 10 orang penukar setiap harinya. Tetapi kita tidak bisa memastikan apakah ini ada hubungannya dengan masa kampanye atau tidak,” tuturnya.
Terkait jumlah detil peningkatan penukaran uang beserta pecahannya, Agus mengatakan, pihaknya belum melakukan pendataan keseluruhan. Sebab, peningkatan penukaran tersebut baru terjadi dalam 3-4 hari terakhir, sementara pendataan rutin biasanya dilakukan dalam tempo waktu tertentu.
“Nanti kalau sudah didata secara detil, jumlah dan pecahannya akan kita sampaikan,” janjinya.
Penukaran uang di BI Purwokerto sudah dibuka sejak bulan Januari 2019. Penukaran uang ini dimaksudkan untuk menarik uang-uang yang lusuh dan menggantinya dengan uang yang baru.
BI juga mengimbau kepada seluruh perbankan untuk aktif melakukan penukaran uang, guna meminimalkan peredaran uang lusuh.
“Di beberapa negara, sudah tidak ada uang lusuh yang beredar, hal ini merupakan satu bentuk penghargaan terhadap mata uang itu sendiri. Karena itu, kita sedang berupaya untuk menarik uang-uang yang lusuh, salah satunya dengan membuka pelayanan penukaran uang,” terangnya.
Hal lain yang ditekankan BI yaitu, pengisian uang pada ATM seluruh perbankan agar menggunakan uang yang kondisinya bagus. BI menyiapkan suplai uang berapa pun yang dibutuhkan untuk pengisian ATM.
Hanya saja, kendala seringkali muncul dari pihak Perusahaan Jasa Pengelolaan Uang Rupiah (PJPUR) yang melaksanakan pengisian uang ke ATM. Mengingat banyaknya ATM yang harus disuplai, terkadang karena dikejar target, maka beberapa uang yang lusuh juga ikut dimasukkan dalam ATM.
“Kita sudah mengimbau kepada seluruh perbankan untuk memasukkan uang yang kondisinya bagus dalam mesin ATM. Jika ada nasabah yang menemukan uang lusuh dari ATM, laporkan saja ke bank yang bersangkutan, nanti pihak perbankan yang akan menegur kepada PJPUR. Karena kita menargetkan, seluruh uang di mesin ATM adalah uang yang kondisinya bagus,” pungkasnya.