Jaga Kesehatan Lingkungan, Penyintas Tsunami Bersihkan Huntara

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Musim hujan di wilayah Lampung Selatan mengakibatkan bangunan Hunian Sementara (huntara) penyintas tsunami di Desa Kunjir tergenang air.

Susanti, salah satu penyintas tsunami menyebut, selama sebulan terakhir hujan mengakibatkan air naik ke lantai huntara yang ditinggali bersama suami dan dua anaknya.

Mengantisipasi genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, warga gencar melakukan pembersihan lingkungan. Setiap hari, warga harus membersihkan lingkungan di sekitar huntara. Meski sudah disediakan sejumlah kotak sampah, warga masih sering membuang sampah sembarangan.

Lokasi huntara yang berada di dekat SMAN 1 Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel) beberapa kali terimbas genangan saat hujan turun. Meski sudah dibuatkan drainase, curah hujan yang tinggi membuat air bercampur lumpur tetap menggenang di beberapa blok huntara.

“Huntara yang tergenang air membuat lantai menjadi lembab sebagian air yang tidak mengalir di selokan menimbulkan bau busuk serta bisa menjadi sarang penyakit,” terang Susanti kepada Cendana News, Jumat (26/4/2019).

Huntara bagi penyintas tsunami di Desa Kunjir,Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan – Foto Henk Widi

Kebutuhan air bersih warga Huntara masih memanfaatkan pasokan dari Gunung Rajabasa. Air disalurkan melalui pipa selang. Fasilitas sanitasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibagi dalam beberapa blok, mulai ditambah oleh Palang Merah Indonesia (PMI).

Usman, warga blok bawah huntara Desa Kunjir menyebut, kebersihan lingkungan harus terus dijaga. Air dari kamar mandi dan keperluan mencuci masih dibuang ke selokan. Tanpa upaya menjaga kebersihan, huntara akan menjadi tempat yang kumuh. Meski upaya pembersihan terus dilakukan, endapan di selokan membuat air bisa meluap saat hujan turun. “Akses sanitasi berupa air bersih dan toilet sudah ada dan sudah mendukung, namun perlu ditambah,” bebernya.

Septika Yusmaryanto, pelaksana pengerjaan huntara dari PT. Triwindu Kencana Abadi menyebut, hujan membuat kondisi huntara terendam air. Meski demikian Dia menyebut, koordinasi dengan penyintas tsunami di huntara telah dilakukan.

Penyintas tsunami Selat Sunda bisa diajak bergotong-royong, menjaga kebersihan lingkungan di sekitar huntara. Meski bangunan hanya bersifat sementara, diharapkan penyintas tsunami bisa merawat dan menjaga kebersihan di lingkungan huntara. “Hari ini kami juga bersama penyintas tsunami bergotong-royong memperdalam selokan, membersihkan sampah,” papar Septika Kusmaryanto.

Kepala BPBD Lamsel, I Ketut Sukerta, menyebut, saat curah hujan tinggi ada peningkatan volume air di lokasi huntara. Kondisi selokan yang tidak lancar berpotensi membuat air tergenang. Kepada sebanyak 138 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di huntara, diminta selalu menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan gotong royong menjadi cara untuk meningkatkan rasa memiliki. Selain menghilangkan rasa trauma, aktivitas membersihkan lingkungan menjadi aktivitas fisik.

Lihat juga...