Bantuan Donatur Percepat Perbaikan Sekolah Terdampak Tsunami di Lamsel
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Bantuan dari sejumlah donatur, lembaga kemanusiaan dan pemerintah ikut mendorong percepatan perbaikan fasilitas pendidikan yang rusak akibat tsunami yang menerjang wilayah pesisir Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel). Di antaranya Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan Madrasah Aliyah (MA) Nurul Islam, SDN 1 Kunjir serta Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam.

Azhar, penanggungjawab proyek pembangunan fasilitas ruang belajar di MTS dan MA Nurul Islam menyebut, usai dimulai peletakan batu pertama pada (5/3) silam, pekerjaan konstruksi terus dilakukan. Mereka ditunjuk oleh CT. Arsa Foundation, lembaga yang concern terhadap recovery dunia pendidikan dan keagamaan melalui pembangunan sekolah serta rumah ibadah.
“Khusus untuk bangunan MTS dan MA Nurul Islam, satu lokal dibangun baru dengan tiga ruang belajar serta merenovasi atap serta teras sekolah,” sebutnya.
Selain itu, ada tiga lembaga lain yang ikut melakukan pembangunan fasilitas baru di sekolah tersebut. Dua lembaga lain yang ikut membangun dan merenovasi sekolah rusak tersebut juga masih melakukan tahap pembangunan dinding dan pemasangan kusen jendela serta pintu.
“Target penyelesaian bangunan baru serta renovasi selesai pada akhir April dan memasuki bulan Mei sudah bulan Ramadan atau bulan puasa, sekolah yang berada di bawah Kementerian Agama ini sudah bisa digunakan total,” papar Azhar saat ditemui Cendana News, Kamis (4/4/2019)
Selain membangun fasilitas ruang belajar baru, sejumlah fasilitas pendukung akan dibangun. Di antaranya mushola serta fasilitas sanitasi berupa toilet serta kamar mandi.
“Donatur yang membangun fasilitas sekolah banyak, bahkan yang di MI Nurul Islam bangunan yang dibantu oleh Yayasan Jagratara Keluarga istri Alumni Akpol 1984, sudah selesai dibangun,” beber Azhar.
Sementara itu, di SDN 1 Kunjir, proses perbaikan sejumlah fasilitas untuk mendukung kegiatan belajar mengajar terus dilakukan.
Haeruddin, Kepala sekolah menyebutkan, fasilitas utama yang rusak dan sangat mendesak untuk diperbaiki yakni ruang guru. Ruangan yang jebol bagian dinding tersebut sudah mulai selesai pada bulan Januari silam dan mulai bisa digunakan. Bantuan dari Pemerintah Daerah Lamsel melalui Dinas Pendidikan berupa dana renovasi telah dibangun untuk kegiatan belajar mengajar.
“Proses pembangunan fasilitas sekolah ditangani oleh komite sekolah sehingga kami sangat mengapresiasi peran komite yang sebagian merupakan wali murid,” beber Haeruddin.
Haeruddin juga menyebut bantuan dari donatur lain berupa renovasi dinding kelas yang jebol pada ruang kelas 4,5 dan 6. Bantuan tersebut merupakan peran serta TNI AD dari Korem 043 Garuda Hitam. Selain itu fasilitas untuk sanitasi lingkungan sekolah telah diberikan berupa toilet, kamar mandi serta intalasi air bersih dari United Tractor Group.