Aktivitas Penerbangan di Sulut, Turun
MANADO – Aktivitas penerbangan, baik kedatangan dan keberangkatan pesawat, penumpang, dan kargo atau barang pada sejumlah bandara di Sulawesi Utara mengalami penurunan pada Februari 2019.
Kepala badan pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Dr. Ateng Hartono, mengatakan jumlah pesawat yang datang ke bandara di Provinsi Sulawesi Utara pada Februari 2019 sebanyak 880 unit, mengalami penurunan 5,07 persen dari bulan Januari 2019.
“Dari keseluruhan jumlah pesawat yang datang tersebut, 91,70 persen merupakan kedatangan penerbangan dalam negeri dan 8,30 persen untuk kedatangan penerbangan internasional,” kata Ateng, di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (6/4/2019).
Jika dibandingkan bulan yang sama pada 2018, jumlah kedatangan dalam penerbangan dalam negeri ini turun 26,70 persen.
Jumlah pesawat yang berangkat dari bandara di Sulut pada Februari 2019 sebanyak 879 unit, turun 4,97 persen dari bulan Januari 2019.
Dari keseluruhan jumlah pesawat yang berangkat tersebut, 808 unit atau sebesar 91,92 persen merupakan keberangkatan untuk penerbangan dalam negeri, dan 8,08 persen untuk keberangkatan penerbangan internasional.
Dibandingkan Februari 2018, jumlah pesawat yang berangkat pada Februari 2019 mengalami penurunan 25,63 persen.
Sementara itu, jumlah penumpang yang menggunakan jasa angkutan udara di Sulut pada Februari 2019 sebanyak 160.890 orang, dengan jumlah penumpang yang diberangkatkan sebanyak 80.589 orang.
Jumlah itu turun 19,81 persen dibandingkan Januari 2019 dan menurun 26,71 jika dibandingkan dengan bulan yang sama 2018.
Dari Jumlah penumpang yang berangkat pada Februari 2019, sebanyak 85,03 persen melakukan penerbangan dalam negeri dan sisanya melakukan penerbangan keluar negeri.
Sedangkan jumlah penumpang yang datang pada Februari 2019 ada 80.301 orang, turun 10,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dan jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2018, mengalami penurunan sebesar 26,36 persen.
Barang yang dibongkar di bandara Sulut pada Februari 2019 sebanyak 1.044 ton. Volume barang yang dibongkar tersebut mengalami penurunan 20,04 persen terhadap Januari 2019, dan menurun 31,68 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2018.
Jumlah barang yang dibongkar tersebut sebesar 89,79 persen dibongkar melalui penerbangan dalam negeri, dan 119 ton atau sebesar 10,21 persen untuk penerbangan internasional.
Barang yang dimuat pada Februari 2019 sebanyak 762 ton, turun 34,43 persen dibanding Januari 2019 dan turun 37,26 persen dibanding bulan yang sama 2018.
Barang yang dimuat tersebut 80,87 persen atau 616 ton dengan penerbangan dalam negeri, sedangkan 19.13 persen atau 146 ton merupakan penerbangan internasional. (Ant)