Warga Dusun Bogem Swadaya Perbaiki Kawasan Bantaran Sungai

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Musibah tak selamanya selalu membawa hal buruk bagi warga. Musibah seperti banjir bisa saja justru menjadi hal yang sangat positif, khususnya untuk membenahi kondisi lingkungan sekitar mereka. 

Seperti dilakukan warga Dusun Bogem, Tamanmartani, Kalasan Sleman. Bencana banjir beberapa waktu lalu, justru menyadarkan warga di bantaran sungai akan pentingnya membangun pemukiman yang aman, bersih dan ramah lingkungan.

Lurah Tamanmartani, Joko susilo didampingi Gatot Winoto (putih) dan warga lainnya -Foto: Jatmika H Kusmargana

Sejak adanya beberapa rumah yang terancam longsor dan banjir, warga secara bersama-sama dan suka-rela menggelar kerja bakti memperbaiki kondisi kawasan bantaran sungai di kampung. Rumah-rumah yang berada di atas tanggul sungai dirobohkan, sehingga ada ruang terbuka di sekitar sungai.

Salah seorang warga, Gatot Winoto, menyebut peristiwa banjir pada akhir Januari 2019, telah mengakibatkan rumah seorang warga rusak dan 7 rumah lainnya terancam.

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, warga pun kemudian berinisiatif untuk menata kembali pemukiman warga di bantaran sungai secara swadaya.

“Karena tak sabar menunggu tindakan pemerintah, warga akhirnya berinisiatif sendiri untuk bertindak. Semua warga patungan membeli bahan material, untuk memperbaiki kondisi bantaran sungai. Bapak-bapak kerja bakti siang malam tanpa berhenti, untuk membangun tanggul dan memindahkan rumah yang terancam. Sementara ibu-ibu bersama-sama siapkan konsumsi,” katanya.

Tak sekadar menata pemukiman sesuai program pemerintah, yakni kota tanpa kumuh, warga bahkan berencana membangun kawasan bantaran sungai di dusun mereka sepanjang 410 meter, yang terdiri dari 9 wilayah RT sebagai kawasan wisata. Hal itu diharapkan akan memberikan dampak positif secara ekonomi bagi seluruh warga.

“Warga susah payah melakukan semua ini, sampai jual ayam jual kambing, karena ke depan ingin bisa tidur nyenyak saat ada bencana. Semua elemen dan komponen masyarakat saling bantu, karena bantuan pemerintah belum sekali pun ada. Kita juga heran, kenapa pemerintah membiarkan warganya yang terkena bencana seperti ini,” katanya.

Sementara itu, Lurah Tamanmartani, Joko Susilo, mengaku akan berupaya mewujudkan Dusun Bogem sebagai desa wisata sekaligus kawasan tanpa kumuh dan semrawut.

Sepanjang kawasan bantaran sungai Pete, akan didorong menjadi lingkungan yang aman, bersih, sehat dan indah, sehingga mampu menarik minat wisatawan untuk datang.

“Kawasan yang sebelumnya kurang tertata dan rawan banjir ini akan kita jadikan taman desa wisata. Kita juga sudah siapkan lahan satu hektare untuk membangun embung desa. Harapannya ke depan bisa menjadi lokasi wisata edukasi. Potensi dusun akan kita tampilkan, sehingga memberikan pemasukan ekonomi bagi semua warga,” katanya.

Lihat juga...