Sejahterakan Nelayan, Pemkab Donggala Genjot Penangkapan Ikan

PALU  – Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, terus berupaya menggenjot produksi tangkap ikan, sebagai salah satu upaya peningkatan kesejahteraan nelayan, selain untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Produksi tangkap ikan kami terus maksimalkan, karena hal ini berkaitan dengan kesejahteraan nelayan,” ucap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Donggala Ali Assegaf, Jumat.

Dihubungi dari Palu, Ali Assegaf menyebut bahwa Pemkab Donggala berupaya melengkapi sarana prasarana dan kebutuhan nelayan, agar target produksi tangkap ikan dapat terpenuhi.

Ia menguraikan, pada tahun 2018 mulai dari TW I, II, III dan IV produksi perikanan tangkap dengan trip mencapai 1.168.566 sementara produksi/ton mencapai 18.407 ton dengan nilai mencapai Rp 321.031 Juta.

Jumlah produksi tersebut, urai dia, terdiri dari empat belas kecamatan meliputi Banawa Selatan trip 261.473 produksi/ton 1.797,0 ikan, Banawa Tengah trip 29.015 produksi/ton 2.185,0, Banawa trip 144.667 produksi 6.719,0 ton.

Kecamatan Tanantovea trip 18.479 produksi/ton 102,8, Labuan trip 51.392 produksi/ton 378,2, Sindue trip 26, 379 produksi 302,8 ton, Sindue Tobata trip 73, 448 produksi/ton 430,3.

Sindue Tombusabora trip 46,015 produksi/ton 485,5, Sirenja trip 31,878 produksi/ton 299,3, Balaesang trip 85,968 produksi/ton 1,292,8, Dampelas trip 153, 417 produksi/ton 1.735,2, Balaesang Tanjung trip 79,960 produksi/ton 698,4, Sojol trip 76.973, produksi/ton 672,7, Sojol Utara trip 89,140 produksi/ton 1.307,7.

Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, berupaya menyertakan 2.100 nelayan ke program perlindungan Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

“Kami telah usulkan kepada Jasindo untuk mengasuransikan 2.100 nelayan se-Kabupaten Donggala,” ucap Ali Assegaf.

Ali Assegaf mengemukakan dari total 2.100 nelayan yang diusulkan, 443 nelayan telah diterima oleh Jasindo dan diasuransikan tahun 2018.

Mereka yang telah diasuransikan lewat Jasindo, masa aktifnya terhitung mulai November 2018 hingga November 2019.

“Yang dilayani baru 400 lebih. Yang lain masih dalam proses pendataan dan sebagainya. Kami upayakan jumlah yang diusulkan semuanya masuk asuransi,” ujar Ali Assegaf. (Ant)

Lihat juga...