Peri-Robbby Beri Masukan ‘Striker’ dan Bek Timnas U-23

JAKARTA — Legenda tim nasional Indonesia, Peri Sandria, menyampaikan saran untuk para striker atau penyerang tim nasional U-23 Indonesia yang akan berlaga di kualifikasi Piala U-23 Asia 2020 di Hanoi, Vietnam, pada 22-26 Maret 2019.

“Jadi striker tim nasional itu tidak mudah. Harus memiliki semangat tinggi dan mau bekerja untuk tim, membantu pemain lain saat bertahan maupun menyerang,” ujar Peri di Jakarta, Senin (18/3/2019).

Selain itu, penyerang timnas ketika Indonesia merengkuh medali emas sepak bola SEA Games 1991 tersebut juga meminta jajaran pendulang gol skuat berjuluk Garuda Muda agar tidak takut berduel dengan bek lawan.

Penyerang juga dituntut untuk mempunyai mental kuat baik di dalam maupun luar lapangan.

“Kelemahan penyerang Indonesia itu biasanya ada dua, yaitu fisik dan mental. Ini harus dibenahi dan terus diperkuat untuk menakuti bek lawan,” tutur Peri, sang pencetak rekor sebagai pembuat gol terbanyak dalam satu musim Liga Indonesia pada tahun 1994-1995 (34 gol) sebelum dipecahkan pemain asal Belanda Sylfano Comvalius di Liga 1 Indonesia tahun 2017 (35 gol).

Kualifikasi Piala U-23 Asia tahun 2020 pada 22-26 Maret 2019 berlangsung di Hanoi, Vietnam.

Di fase kualifikasi ini, Indonesia bakal menghadapi tuan rumah Piala Asia U-23 2020 Thailand, Brunei Darussalam, serta tuan rumah kualifikasi Vietnam di Grup K.

Pelatih timnas U-23, Indra Sjafri, sudah menetapkan 24 pemain untuk kompetisi tersebut, termasuk tiga orang penyerang yaitu Marinus Wanewar, Dimas Drajad dan Ezra Walian.

Dari mama-nama itu, hanya Marinus dan Dimas Drajad yang menjadi bagian skuat Indonesia ketika menjuarai Piala U-22 AFF 2019 di Kamboja pada akhir Februari lalu. Ketika itu, Marinus sukses membuat tiga gol di turnamen dan meraih gelar top scorrer.

Pemain Timnas U-23 Indonesia, Egy Maulana Vikri (kedua kanan) menendang bola saat latihan di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (15/3/2018). Jelang kualifikasi Piala Asia U-23 di Vietnam, Timnas Indonesia melakukan pemusatan latihan di Bali sekaligus akan uji coba melawan Bali United. (Ant)

Sementara itu, bek legendaris tim nasional Indonesia, Robby Darwis, mengingatkan para pemain belakang tim nasional U-23 Indonesia untuk fokus dan tenang menghadapi lawan-lawan di kualifikasi Piala U-23 Asia 2020 pada 22-26 Maret 2019 di Vietnam.

“Jangan terburu-buru dan jangan mudah terbawa emosi,” ujar Robby ketika dihubungi dari Jakarta, Senin (18/3/2019).

Bek-bek timnas juga dimintanya untuk berani berduel dan selalu memerhatikan pergerakan lawan.

Hal-hal itu penting karena menurut pemain timnas periode 1989-1997 itu, tim-tim pesaing Indonesia di kualifikasi Piala U-23 Asia 2020 terutama Vietnam dan Thailand memiliki deretan pemain yang mampu membahayakan pertahanan skuat berjuluk Garuda Muda.

“Kalau masalah fisik dan postur tubuh, saya yakin bek-bek kita bisa meredam pemain-pemain di Asia Tenggara termasuk Vietnam dan Thailand,” kata Robby, bek yang memperkuat timnas ketika Indonesia merebut medali emas sepak bola SEA Games tahun 1991.

Kualifikasi Piala U-23 Asia tahun 2020 pada 22-26 Maret 2019 berlangsung di Hanoi, Vietnam.

Di fase kualifikasi ini, Indonesia bakal menghadapi tuan rumah Piala Asia U-23 2020 Thailand, Brunei Darussalam, serta tuan rumah kualifikasi Vietnam di Grup K.

Pelatih timnas U-23 Indra Sjafri sudah menetapkan 24 pemain untuk kompetisi tersebut, termasuk delapan orang bek yaitu Asnawi Mangkualam Bahar, Fredyan Wahyu, Rachmat Irianto, Nurhidayat Haji Haris, Andy Setyo Nugroho, Bagas Adi Nugroho, Firza Andika dan Samuel Christianson.

Nama-nama itu merupakan bek Indonesia ketika menjuarai Piala U-22 AFF 2019 di Kamboja pada akhir Februari lalu. Ketika itu, Indonesia hanya kebobolan tiga kali dari lima pertandingan. (Ant)

Lihat juga...