Harga Jual Sawit Rakyat di Pesisir Selatan Naik

Tandan buah segar kelapa sawit, ilustrasi -Dok: CDN

PAINAN – Harga jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, naik.

Kenaikan mencapai Rp650 per kilogram, dari semula Rp1.000 per kilogram dalam dua pekan terakhir. “Sejak dua pekan terakhir harga tandan buah segar kelapa sawit cukup menggembirakan, jika dibanding dengan dua bulan terakhir,” kata petani kelapa sawit, Idon (44), Minggu (10/3/2019).

Ia berharap, harga tersebut dapat bertahan hingga beberapa bulan ke depan. Sehingga, bisa memberi keuntungan bagi petani kelapa sawit di daerah tersebut. Harga TBS kelapa sawit akan sulit bertahan jika harga sudah di angka Rp1.000 per kilogram. Untuk mencapai harga itu, petani harus menunggu hingga berbulan-bulan.

“Dalam setahun paling cuma satu atau dua bulan harga tandan buah segar kelapa sawit dibeli seribu rupiah per kilogram, sementara sisanya di bawah itu bahkan sampai Rp350 per kilogram,” tandasnya.

Petani lain, Umar (50), mengatakan, yang menjadi salah satu penyebab rendahnya produktivitas lahan kelapa sawit di daerah tersebut, karena petani tidak mampu menyisihkan uang untuk membeli pupuk. “Per hektare lahan, angka produksinya paling banyak hanya dua ton, hal tersebut terjadi, karena ketidaksanggupan petani membeli pupuk, akibat harga yang tak kunjung menjanjikan,” jelasnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Pesisir Selatan, Nuzirwan, menyebut, salah satu penyebab tidak stabilnya harga tandan buah segar kelapa sawit di daerah itu karena tidak seimbangnya jumlah perusahaan pengelola dengan areal kebun kelapa sawit.

Setidaknya, agar harga bisa bersaing, minimal mesti ada dua perusahaan lagi yang beroperasi. Sementara terkait produktivitas lahan yang rendah, selain akibat jarang di pupuk, juga karena petani tidak memperhatikan bibit kelapa sawit yang ditanam atau penggunaan bibit tidak bersetifikat.

“Tahun ini kami menyiapkan ratusan hektare lahan kelapa sawit percontohan, perlakuan dari pemilihan bibit, pemeliharaan, panen hingga pascapanen bisa dicontoh oleh petani sehingga lahan mereka bisa berproduksi maksimal,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...