Bupati Sikka: Pendidik Harus Jadi Motivator Kesehatan

Editor: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Para pendidik atau guru hendaknya menjadi motivator bagi para murid untuk melakukan hal-hal positif. Guru pun hendaknya menjadi pendamping dan memberikan teladan yang baik kepada para murid di sekolahnya.

“Saya mengajak para pendidik agar dapat menjadi motivator dan pendamping bagi remaja putri di sekolah terutama dalam memantau pemberian tablet tambah darah. Ini penting untuk mencegah penyakit anemia,” sebut bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Jumat (1/3/2019).

Dikatakan Roby, sapaannya, selain guru, orang tua, tenaga kesehatan pun harus menjadi motivator bagi para pelajar dan remaja khususnya remaja putri untuk menjaga kesehatan. Ini penting sebab remaja putri yang kelak melahirkan generasi masa depan. .

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo. Foto: Ebed de Rosary

“Saya juga mengajak segenap elemen lainnya, termasuk aparat pemerintahan supaya bekerja bersama-sama mendukung program kesehatan. Dengan demikian, kita dapat mempersiapkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas,” tegas Bupati Sikka.

Bupati Roby juga mengajak segenap masyarakat Nian Sikka untuk selalu bergandengan tangan, satu hati, satu bahasa, untuk melangkah maju dengan tekad dan komitmen yang sama. Serta berpartisipasi mewujudkan Sikka Sehat dan Bahagia tahun 2023.

“Saya mengajak pera tenaga pendidik untuk menjadi motivator dan memantau perkembangan kesehatan pelajar. Mari kita memanfaatkan sarana pembelajaran kesehatan dengan baik menuju Sikka sehat,” pesannya.

Pelayanan kesehatan pada sanggar kesehatan remaja putri dan kelompok peduli remaja lainnya yang ada di masyarakat, merupakan salah satu bentuk dukungan dalam mempersiapkan remaja yang sehat. Remaja putri ini yang nantinya akan melahirkan anak bangsa yang sehat, cerdas dan produktif.

“Intervensi kesehatan pada remaja putri juga merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya stunting di masa yang akan datang.I ntervensi efektif perlu dilakukan pada seribu hari pertama sejak masa kehamilan,” pesannya.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Sikka, dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH mengatakan, pemberian tablet tambah darah pada remaja putri melalui sekolah merupakan terobosan yang tepat untuk menurunkan anemia pada remaja putri.

“Pemberian tablet tambah darah di sekolah direkomendasikan seminggu sekali sepanjang tahun dengan harapan dapat menurunkan anemia pada remaja putri dan dapat meningkatkan konsentrasi belajar,” ungkapnya.

Pada remaja putri, prevalensi anemia masih tinggi yakni sebesar 22,5 persen. Sementara itu pada wanita usia subur sebesar 17 persen. Asupan zat bezi dan makanan baru memenuhi sekitar 40 persen dari kecukupan gizi yang dianjurkan.

Lihat juga...