BRG: 2019 Iklim Cuaca Lebih Kering

Ilustrasi sekat kanal di lahan gambut - Foto Dok. CDN

PONTIANAK – Badan Restorasi Gambut (BRG) mengingatkan, di 2019 iklim cuaca akan lebih kering apabila dibandingkan dengan 2018.

Kondisi tersebut harus diwaspadai semua pihak mengenai potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). “Kami berharap, instansi terkait dan masyarakat mengantisipasi prediksi musim kering tahun ini dengan tidak melakukan pembakaran lahan atau lainnya yang bisa menyebabkan kebakaran,” kata Deputi Bidang Perencanaan dan Kerjasama BRG, Budi Wardhana, di Pontianak, Rabu (20/3/2019).

BRG dan Pemprov Kalimantan Barat, sudah melakukan berbagai antisipasi dan pencegahan. Seperti membasahi kawasan lahan gambut, untuk mencegah kebakaran dimusim kering. “Tetapi, itu semuanya harus didukung oleh semua pihak dalam melakukan pencegahan kebakaran lahan gambut dengan tidak melakukan pembakaran dimusim kering tersebut,” tandasnya.

Di kawasan Kabupaten Kubu Raya, potensi hot spot atau titik apinya cukup tinggi. Hal itu dikarenakan faktor alamnya, yakni sekitar 70 persen adalah lahan gambut. Oleh karenanya, harus ditingkatkan lagi koordinasi antar instansi terkait, dalam penanganannya.

Deputi Bidang Edukasi, Sosial, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Myrna A Safitri, mengatakan, BRG dan Pemprov Kalimantan Barat, terus melakukan upaya aktif merestorasi ekosistem gambut. Kegiatan pembasahan kembali lahan gambut sudah mencapai luas 42.755 hektare. “Pembahasan ekosistem gambut upaya awal mencegah kebakaran, namun tetap harus waspada karena masih berpotensi terjadi,” katanya.

Menurut Dia, kerusakan gambut yang sangat parah memerlukan waktu panjang untuk pemulihan. Data BRG mencatat, luas kebakaran lahan gambut di area target restorasi gambut BRG berkurang dari sebelumnya 26.664 hektare di 2015, turun menjadi 2.599 hektare di 2019.

Pembangunan Infrastruktur Pembahasan Gambut (PIPG) yang dibangun oleh BRG dan mitra, berhasil menurunkan jumlah titik panas secara signifikan. Di Kalbar BRG, pemda dan mitra LSM telah membangun PIPG sejak 2016. Hingga 2018, jumlahnya telah mencapai 326 unit sumur bor, dan 419 unit sekat kanal. Selain itu, juga dilakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Peduli Gambut (DPG). Kegiatan yang dilakukan sejak 2017 hingga 2018, digelar oleh BRG bersama mitra di 31 desa atau kelurahan, yang ada di Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Kayong Utara dan Sambas. (Ant)

Lihat juga...