Bersama KPU-Bawaslu, Polrestro Jakbar Sosialisasi Pengamanan TPS

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Hanny Hidayat, melakukan sosialisasi petugas pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) untuk pengamanan di tiap-tiap TPS di kawasan Jakarta Barat, supaya tertib dan aman saat penghitungan suara dimulai.

“Hari ini kita melakukan sosialisasi agar anggota menjadi tahu pelaksanaan pengamanan TPS. Sebentar lagi kita akan melaksanakan Pilpres serentak tahun 2019,” kata Hanny di Aula lantai 3 Mako Polsek Tanjung Duren, Selasa (26/3/2019) sore.

Sementara Ketua KPUD Jakarta Barat, Sumardi, menyampaikan persoalan yang butuh pengamanan khusus, antara lain ketika penurunan surat suara. Dia menyebut tingkat kerawanan terjadi ketika surat suara didorong.

Kerawanan tersebut terjadi pada saat penyimpanan dan pendistribusian surat suara sampai dengan hari pencoblosan.

“Adapun kerawanan pada hari H pencoblosan yaitu pemilih pindahan. Di sini saya jelaskan, daftar pemilih khusus itu adalah warga negara pemilih yang memiliki identitas atau e-KTP akan tetapi tidak terdaftar di mana pun juga,” tukasnya.

Untuk itu, lanjutnya, harus menghindari penumpukan kotak suara di setiap kelurahan yang sudah dicoblos, karena dapat menimbulkan kerawanan. Proses rekapitulasi di tingkat kecamatan juga hanya diberikan waktu selama 17 hari.

“Di GOR sebagai tempat penyimpanan, karena kantor kecamatan tidak mencukupi,” jelasnya.

Sementara, Komisioner Bawaslu Jakarta Barat, Syukur, menyampaikan arahan antara lain, Bawaslu bertugas mengawasi secara teknis dari KPUD. Sehingga harus selalu sinergi dengan TNI maupun Polri, karena kita melekat di sisi pengawasan.

“Yang sudah Bawaslu lakukan antara lain sebanyak 6730 saksi petugas PTPS yang sudah kita lantik sesuai jumlah TPS yang ada. Batasan dari TPS yaitu 100 meter harus steril dari lambang partai, simbol maupun gambar Paslon,” imbuhnya.

Pelaksanaan ‘Sosialisasi Petugas Pengamanan TPS’ di jajaran Polres Metro Jakarta Barat oleh KPUD dan Bawaslu Jakarta Barat, bertujuan agar jajaran Polres Metro Jakarta Barat yang melakukan pengamanan TPS, bisa memahami dan mengerti akan kewenangan maupun batasan yang bisa di lakukan oleh petugas Pam TPS.

Namun sebelum acara sosialisasi, Polres Metro Jakarta Barat menggelar apel dan deklarasi bersama untuk mengamankan Pemilu atau Pilpres 2019.

Dalam Kegiatan tersebut, Kapolsek Tanjung Duren, Kompol Lambe Patabang Birana, menyampaikan terima kasih kepada Citra Bhayangkara serta jajaran Polsek Tanjung Duren dan Mitra Jaya Koramil Grogol Petamburan yang selama ini eksis untuk membantu menjaga kamtibmas yang kondusif.

“Terima Kasih juga atas dukungannya pada malam hari ini dengan pelaksanaan Apel dan deklarasi bersama dalam mendukung penuh Polres Metro Jakarta Barat mengamankan Pemilu serentak 2019 yang aman, damai dan sejuk,” ucapnya.

Dengan adanya Apel dan deklarasi bersama ini, menunjukkan kepada masyarakat bahwa Tiga Pilar bersama Pokdarkamtibmas se-Kecamatan Grogol Petamburan siap mengamankan Pemilu serentak 2019 yang aman, damai dan sejuk.

“Ini adalah tahun politik, mari kita bersama-sama tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif ini. Jangan terpengaruh berita hoax yang belum pasti kebenarannya, apabila ada permasalahan terkait SARA segera kita meredam permasalahan tersebut agar tidak membesar,” imbuhnya.

Lambe berpesan, dalam rangka mengamankan pelaksanakan Pemilu-Pilpres 2019, mengharapkan baik Tiga Pilar bersama Pokdarkamtibmas yaitu Mitra Jaya dan Citra Bhayangkara se-Kecamatan Grogol Petamburan, dapat menjaga serta pelihara ketertiban.

“Mari kita jaga kekompakan kebersamaan dan kita dukung penuh Polres Metro Jakarta Barat dalam mengamankan Pemilu serentak 2019 yang aman, damai dan sejuk, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang kondusif,” pesannya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengucapan ikrar bersama Pokdarkamtibmas Citra Bhayangkara dan Mitra Jaya. Dalam kegiatan apel bersama tersebut dihadiri 69 orang terdiri dari Citra Bhayangkara 54 personel, dan 15 personel dari Mitra Jaya.

Lihat juga...