Berada di Daerah Rawan Bencana, Masyarakat Perlu Waspada

Editor: Satmoko Budi Santoso

PESISIR SELATAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mencatat, ada beberapa daerah di daerah tersebut yang perlu diwaspadai terjadinya bencana banjir dan longsor. Setidaknya ada 546 jiwa penduduk yang berada di daerah rawan bencana tersebut.

Kepala BPBD Pesisir Selatan, Herman Budiarto, mengatakan, daerah Pesisir Selatan merupakan daerah terdiri dari pegunungan dan memiliki banyak daerah aliran sungai serta berada di daerah sepanjang pantai samudera. Kawasan-kawasan tersebut merupakan kawasan yang sewaktu-waktu bisa terjadi bencana.

“Kalau kondisi cuaca tidak menentu perlu juga disikapi dengan kewaspadaan. Tidak hanya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Tapi bagi pengendara yang melintasi daerah rawan bencana, juga perlu waspada. Setidaknya dengan mengetahui daerah rawan bencana, dapat dihindari,” katanya, Jumat (8/3/2019).

Menurutnya, imbauan dini tersebut sebagai upaya bertujuan agar ancaman bencana yang dikhawatirkan, tidak menimbulkan dampak korban bagi masyarakat. Sebab warga yang tinggal atau berdomisili di sekitar kawasan rawan longsor, mencapai 20 persen dari total jumlah penduduk yang saat ini telah berjumlah sebanyak 546 ribu jiwa.

Ia menjelaskan, daerah Pesisir Selatan jika dilihat secara topografi, maka memanjang dari utara hingga selatan dengan garis pantai mencapai 234,5 kilometer. Sebagian besar dikelilingi oleh pegunungan dan hamparan pantai, serta sejumlah daerah aliran sungai.

“Agar ancaman bencana yang ditakutkan atau dikhawatirkan tidak menimbulkan dampak korban jiwa, maka kepada masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini, bisa saja jadi ancaman sebagaimana dikhawatirkan itu terjadi,” ucapnya.

Diungkapkan, bahwa dari 15 kecamatan yang ada di Pesisir Selatan, ancaman bencana longsor paling tinggi terdapat di Kecamatan Bayang Utara. Sebab di kecamatan itu, bisa dikatakan 85 persen penduduknya tinggal di lereng perbukitan dengan kemiringan di atas 45 derajat.

“Disusul kecamatan Koto XI Tarusan, IV Jurai, Batang kapas, Lengayang, Ranah Pesisir, Ranah IV Hulu dan Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan,” jelasnya.

Dikatakan, bahwa pada delapan kecamatan itu, bencana longsor akibat hujan deras selalu terjadi setiap tahun. Karena tingginya ancaman, sehingga kepada warga yang pemukimannya persis berada di lereng perbukitan dengan kemiringan di atas 45 derajat, diminta untuk meninggalkan rumah jika hujan deras terjadi.

Dia menambahkan, bahwa imbauan dan ketegasan itu tidak saja disampaikanya secara lisan, tapi juga secara tertulis kepada para wali nagari melalui masing-masing camat. Dijelaskan, bahwa selain bencana longsor, ancaman bencana banjir juga sangat tinggi mengancam keselamatan jiwa warga di daerah itu.

Sebab daerah yang berhulu sungai di kawasan Bukit Barisan itu, rata-rata memiliki arus sungai yang deras akibat tingginya tingkat kemiringan. Bahkan tingginya kemiringan sungai otomatis membuat arus menjadi deras.

Kondisi ini menjadi penyebab banjir bandang bisa muncul secara tiba-tiba. Maka perlu diwaspadai.

Beranjak dari kondisi dan ancaman itu, Kepala BPBD Pessel mengimbau kepada warga yang bermukim di lereng bukit dan di dekat pinggir sungai supaya juga waspada. Terutama sekali bila hujan deras berlangsung cukup lama atau lebih dari empat jam.

Lihat juga...