Pemprov DKI Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Tomang
Editor: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menyerahkan seribu sak semen untuk korban kebakaran di Tomang, Jakarta Barat.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut, setidaknya terdapat 169 bangunan akibat kebakaran beberapa waktu lalu.
Bantuan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank DKI itu diberikan langsung oleh Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan.
“Bantuan yang disalurkan dari Bank DKI ini, tolong disalurkan dengan sebaik-baiknya. Gunakan untuk membangun kembali rumah bapak ibu. Cerita keberhasilan itu jumlahnya banyak sekali. Berhasil itu bukan hanya meraih sesuatu, tapi bangkit dari kondisi sulit juga merupakan keberhasilan,” kata Anies di Tomang, Jakarta Barat, Kamis (14/2/2019) malam.
Kemudian dia menambahkan selain dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank DKI, bantuan juga datang dari sana sini.
“Tadi Pak Lurah menceritakan, bantuan berdatangan dari sana sini. Bantuan itu menandakan bahwa di kelurahan Tomang, menjadi sumur pahala,” ucapnya.
Kemudian, kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, pihaknya juga menyerahkan bantuan berupa dana senilai Rp 338.000.000 dari BAZIS Provinsi DKI Jakarta.
“Hari ini kita mengantarkan bantuan. Jadi, bantuan dana yang disalurkan dari BAZIS lewat Bank DKI ini nanti mohon dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tadi dukungan yang disampaikan, lewat dari BAZIS, lewat Bank DKI, itu semua bentuknya tabungan,” jelasnya.
“Ini juga dimanfaatkan, Pak Lurah nanti bantu pengaturannya dibagi seadil-adilnya, digunakan utamanya untuk tempat yang paling membutuhkan,” sambungnya.
Selain itu Anies berharap, wilayah yang terdampak kebakaran dapat tumbuh menjadi kawasan masyarakat yang maju setelah nanti diperbaiki dan dibangun, dengan lingkungan yang sejuk, asri, serta bersih.
Tak hanya itu dia juga bakal suplai tanaman maupun pohon hijau untuk ditanam di lokasi tersebut agar udara lebih bersih. Anies juga mengatakan, masalah penataan kampung dan tanah akan segera ditindaklanjuti dengan baik oleh Pemprov DKI Jakarta.
“Kita ingin masyarakat tenang hidupnya. Jakarta ini harus jadi rumah bagi semuanya, bukan milik sekelompok orang. Apalagi yang hidupnya masih sulit, di situlah pemerintah harus membantu dan mengambil kebijakan yang bisa membantu rakyat kecil.
Di samping itu, harus ikuti tata aturan, Insyaallah kita terlindungi. Semoga nanti penataannya bisa berjalan baik, surat-suratnya juga nanti bisa dituntaskan. jadi warga bisa tinggal dengan tenang,” jelasnya.
Sementara, Corporate Secretary Bank DKI, Herry Djufraini, mengharapkan, penyaluran bantuan itu dapat meringankan beban korban bencana kebakaran.
“Ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial Bank DKI sebagai upaya merevitalisasi bangunan serta sarana dan prasarana yang terkena dampak bencana,” jelasnya.
Herry mengatakan, kegiatan utama CSR Bank DKI pada tahun 2018 di antaranya adalah pemberian fasilitas kios dagang pelaku UMKM di Lokbin Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Renovasi Sarana dan Prasarana SLB Negeri 4, Jakarta Utara dan bantuan kepada korban bencana alam di beberapa daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Lurah Tomang, Bambang Edi Kusumo mengatakan, bencana kebakaran tersebut menimpa 3 RW, yakni di RW 11, 14 dan 15 di Kelurahan Tomang pada 31 Januari 2019 lalu.
“Kami ucapkan terima kasih atas bantuan Bank DKI ini,” katanya.
Diberitahukan, BAZIS DKI Jakarta memberikan bantuan dana kepada para korban sebesar Rp2.000.000 rupiah per rumah yang terdampak kebakaran dalam bentuk tabungan di Bank DKI, dengan total senilai Rp338.000.000.
Anies juga menyerahkan buku tabungan Bank DKI dengan saldo sebesar Rp2.000.000 secara simbolis kepada perwakilan korban, yakni Jamsah dan Agus Hambali (perwakilan dari RW 11), Lukman dan Kadri (perwakilan dari RW 14), serta Ismet dan Sofian Hadi (perwakilan RW 15).
Sementara itu, sebanyak 1.000 sak semen dari Bank DKI diserahkan secara simbolis kepada Lurah Tomang, Bambang.
Pernah diberitakan, akibat peristiwa kebakaran yang terjadi pada akhir Januari lalu, 169 bangunan hangus terbakar dengan korban mencapai 234 kepala keluarga atau 1250 jiwa yang kehilangan tempat tinggal.