Memancing Sistem Kotrek, Cara Mengisi Liburan Akhir Pekan

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sejumlah cara dilakukan untuk berwisata mengisi liburan akhir pekan, salah satunya dengan memancing.

Bejo (22) salah satu pemuda asal desa Sukamaju, kecamatan Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel) mengaku, mengisi liburan dengan memancing.

Pemuda yang sehari-hari merupakan karyawan swasta tersebut mengaku, memancing merupakan salah satu hobi menyenangkan. Pasalnya selain murah meriah memancing menjadi salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan.

Bejo menyebut, sebelum tsunami ia kerap memancing di sejumlah pantai yang ada di Lamsel. Namun usai tsunami melanda wilayah pantai Lamsel pada Sabtu (22/12/2018) ia belum kembali melanjutkan hobi memancing.

Sebagian pantai pesisir yang masih rusak sekaligus kondisi perairan belum stabil membuat ia baru kembali memancing pada awal Februari atau sebulan lebih usai tsunami. Teknik memancing yang digunakan olehnya berupa kotrek atau memancing hentak.

Bejo, salah satu pehobi mancing asal desa Sukamaju, kecamatan Kalianda menyiapkan alat pancing dan umpan – Foto: Henk Widi

“Teknik memancing yang saya gunakan adalah kotrek atau ngotrek mempergunakan umpan tiruan yang diberi pemberat untuk menarik ikan-ikan yang ada di tepi pantai,” terang Bejo, salah satu pemancing di pantai dermaga Bom Kalianda, saat ditemui Cendana News, Minggu (3/2/2019).

Teknik memancing kotrek diakui Bejo, dilakukan dengan memakai umpan tiruan yang berbentuk seperti ikan kecil, cumi cumi, udang serta tiruan lain. Memanfaatkan joran, proses memancing disebutnya dilakukan di tepi pantai, dermaga serta batu-batu besar yang digunakan sebagai tempat berdiri atau duduk.

Senar yang sudah diberi pancing, umpan selanjutnya dilempar ke dalam air dan ditenggelamkan lalu ditarik ke permukaan berkali-kali.

Cara tersebut diakui Bejo dilakukan untuk menarik perhatian ikan-ikan predator yang akan menyambar umpan tiruan tersebut. Cara tersebut diakui Bejo cukup efektif karena ia bisa mendapatkan ikan kuniran, kerapu, simba serta sejumlah ikan kecil lain yang ada di tepi pantai.

Kegiatan memancing kerap dilakukan menjelang sore hingga malam sekaligus menikmati matahari terbenam (sunset) di dermaga Bom Kalianda.

“Tujuan utama kami rekreasi di tepi pantai daripada bengong hanya duduk di dermaga, pancing menjadi cara untuk menghilangkan kejenuhan kalau mendapatkan ikan tentunya sebuah bonus,” papar Bejo.

Tekhik memancing dari tepi pantai disebutnya dilakukan karena ia tidak perlu menyewa perahu. Teknik memakai umpan imitasi atau buatan diakuinya karena umpan jenis tersebut lebih awet sehingga ia tidak perlu membeli umpan di pelelangan ikan, dari cumi atau udang hidup yang lebih mahal.

Umpan udang vaname ukuran kecil disebutnya, dengan ukuran 50 cm per ekor, dibeli Rp2.000 dengan rata-rata sekali memancing membutuhkan 25 ekor, ia harus mengeluarkan uang sekitar Rp50 ribu.

Salah satu rekannya bernama Agus (20) menyebut, hobi memancing menjadi salah satu bentuk rekreasi yang menyenangkan. Saat pergi ke pantai ia memastikan selalu membawa pancing dengan joran yang mudah dilipat serta umpan imitasi yang mudah dibawa.

Peralatan pancing yang selalu dibawa di dalam jok kendaraan roda dua disebutnya sekaligus cara untuk bertahan hidup (survival). Sebab saat berada di dekat danau, sungai dan tepi laut ia masih bisa mencari ikan.

“Membawa pancing saat bepergian sekaligus menjadi cara untuk mendapatkan bahan makanan berupa ikan yang murah meriah,” beber Agus.

Agus menyebut,  pada momen tertentu ia juga menerapkan teknik memancing kotrek menggunakan perahu. Teknik ngotrek dengan perahu jukung dilakukan dengan menggunakan umpan imitasi bahkan terkadang memakai bulu ayam.

Cara tersebut diakuinya dipilih saat ia memiliki waktu panjang sehingga bisa pergi ke sejumlah lokasi yang ditengarai menjadi lokasi berkumpul ikan. Teknik ngotrek dengan perahu menurut Agus kerap diterapkan oleh nelayan yang sengaja mencari ikan untuk dijual.

Teknik yang digunakan pehobi mancing di pesisir pantai disebut Agus di antaranya ngenyul atau nyenul. Cara memancing dengan ngenyul disebutnya dilakukan dengan cara berjalan di air sembari melemparkan joran yang sudah diberi umpan.

Teknik tersebut diakuinya dilakukan memanfaatkan pasang surut air laut. Saat air surut pemancing  bisa melakukan proses memancing dengan berjalan di air tanpa takut diterjang ombak.

Ketika air laut surut sejauh sekitar 50 meter dari bibir pantai, bisa dimanfaatkan warga untuk memancing di pantai.

Lihat juga...