Lima Orang di NTB Meninggal Akibat Rabies
Editor: Koko Triarko
MATARAM – Sebagai upaya mencegah semakin meluasnya penularan rabies di Pulau Sumbawa, khususnya Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dinas Kesehatan melakukan penyuntikan vaksin antirabies dan serum antirabies bagi masyarakat yang terkena gigitan anjing.
“Untuk masyarakat yang positif terkena rabies, kita sudah memberikan vaksin antirabies dan serum antirabies, sebagai upaya mencegah penularan lebih meluas,” kata Kepala Dinkes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, di Mataram, Jumat (8/2/2019).
Dikatakan, berdasarkan update data terakhir Dinkes NTB sejak Agustus 2018 hingga 5 Februari 2019, jumlah masyarakat yang digigit mencapai 527, dan lima orang di antaranya meninggal akibat tertular rabies.
Karena itu, vaksinasi diberikan kepada masyarakat yang telah digigit anjing rabies, selain sebagai upaya mencegah penularan lebih luas, juga mencegah virus rabies menjalar ke saraf dan bisa mengakibatkan kematian.
“Dinkes NTB telah memberikan 2.609 vaksin, khususnya di Kabupaten Dompu sudah terpakai 1370 pial, dan setiap yang terkena akan disuntik,” katanya.
Nurhandini menambahkan, sebagai langkah perventif penularan virus rabies pada manusia dan supaya tidak tertular, begitu digigit, kaki atau bagian tubuh digigit dicuci dengan sabun untuk membunuh kuman.
“Pada hari digigit langsung divaksinasi sampai minggu kedua dan sebulan setelahnya, itu SOP-nya,” jelasnya.
Menurutnya, sekarang ini ada pelatihan terpadu untuk petugas kesehatan di Makassar, pelatihan untuk kepala puskesmas.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Budi Septiani, menngatakan, sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dan melakukan langkah memberantas dan mencegah penularan rabies, selain melalui pemberian vaksin, juga dengan melakukan pemberantasan terhadap anjing positif terkena rabies.
“Kalau yang masih bisa diobati, kita obati, tapi kalau anjingnya sudah positif rabies, langsung dimusnahkan,” katanya.
Dikatakan, dari 9.000 populasi anjing yang teridentifikasi, jumlah anjing yang tidak bertuan jumlahnya cukup banyak, mencapai 5.000 ekor. Selain Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa juga sudah positif terkena rabies.
Ditambahkan, status rabies di Kabupaten Dompu saat ini telah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Adanya KLB rabies di Dompu, diperkirakan karena migrasi anjing dari NTT dan Bali yang merupakan daerah endemis rabies.