KSU Derami Belum Sanggupi Permintaan Pinjaman Modal Rp10 juta

Editor: Mahadeva

PADANG – Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang (KSU Derami) Padang, Sumatera Barat, mendapat permintaan pinjaman modal usaha Tabur Puja dengan nilai Rp10 juta. Permintaan di atas nilai yang telah ditentukan tersebut, banyak diterima oleh KSU Derami. Besarnya jumlah pinjaman yang diharapkan masyarakat tersebut, karena membaiknya kondisi usaha yang dilakukan anggota.

Usaha yang selama ini dibantu Tabur Puja, melalui pinjaman lunak bernilai di bawah Rp5 juta, telah berjalan dengan baik. Nilai tersebut cukup terjangkau masyarakat, untuk pengembangan usaha maupun membuat usaha baru.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, permintaan pinjaman modal Rp10 juta, telah cukup lama dan cukup banyak diajukan masyarakat. Alasan masyarakat, pinjaman tertinggi Rp5 juta, mulai dirasakan agak sulit untuk mencukupi kebutuhan usaha yang dijalankan. “Ada satu sisi kondisi itu menunjukan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Padang dengan baik. Tapi di sisi lain, secara keuangan, kita di KSU Derami tidak mencukupi permintaan itu. Selain itu cukup berisiko juga memberikan pinjaman modal usaha senilai Rp10 juta tersebut,” katanya, Senin (25/2/2019).

Nilai pinjaman Rp10 juta, dengan sasaran peminjam keluarga kurang mampu yang tengah mengembangkan usaha baru, maupun memulai usaha baru, sangat berisiko kredit macet. Dengan nilai pinjaman tertinggi Rp5 juta, tercatat masih ada kredit macet di beberapa Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya).

Merespon permintaan kenaikan plafon pinjaman, KSU Derami memberikan gambaran kondisi kredit macet yang dialami. Dengan demikian, masyarakat dapat mengukur kemampuan ekonomi masing-masing, sebelum mendapatkan pinjaman Rp10 juta. “Di sisi lain, kita tidak sanggup secara dana. Karena dari Yayasan Damandiri telah ditetapkan, jumlahnya Rp3 miliar per tahun, untuk uang yang diputar dalam bentuk pinjaman modal usaha bagi masyarakat. Jika-pun kita paksakan tetap memberikan pinjaman modal usaha sebanyak itu, sama saja bunuh diri,” tandasnya.

Sementara senilai Rp10 juta di lembaga keuangan lain, haruslah dengan agunan. Sementara pinjaman di KSU Derami Padang, tidak menggunakan agunan. Artinya, jaminan yang diberikan hanya bersifat jaminan sosial. Syarat untuk mengajukan pinjaman, haruslah memiliki rekomendasi dari seseorang, yang memiliki catatan pinjaman yang bagus, atau tidak memiliki tunggakan. Lalu disertai oleh KTP dan Kartu Keluarga, beserta keterangan sedang tidak memiliki pinjaman ke pihak lain.

Ayu menyebut, jika nekat memberi pinjaman modal Rp10 juta tanpa agunan, bisa-bisa uang yang dipinjamkan raib, dan tidak lagi kembali. Sementara, jika diterapkan syarat menggunakan agunan, seperti surat-surat kepemilikan kendaraan dan surat penting lain, KSU Derami khawatir bisa melanggar ketentuan sebagai lembaga kekuangan.

KSU Derami adalah koperasi, yang dananya bersumber dari Yayasan Damandiri. “Kalau sudah besar pinjaman yang kita berikan, haruslah mendapatkan izin dari OJK (Otoritas Jasa Kuangan). Artinya dengan adanya izin dari OJK nasabah akan mendapat perlindungan dan begitu juga koperasinya. Tapi kita di KSU Derami Padang tidak bisa begitu,” sebutnya.

Ayu menilai sulit bagi KSU Derami memberikan pinjaman modal usaha Rp10 juta. Namun setidaknya, dengan tetap bertahan kenilai pinjaman Rp5 juta, sudah dapat memenuhi kebutuhan anggota untuk menggerakan usaha. Saat ini, pinjaman anggota sebesar Rp5 juta, jumlahnya cukup banyak. Tercatat lebih dari 2.500 lebih anggota, 70 persennya memiliki pinjaman Rp5 juta.

“Jadi saya rasa dengan kondisi ekonomi begini, cukuplah Rp5 juta itu. Jikapun ada Rp10 juta, tergantung dari Yayasan Damandirinya, apakah bersedia untuk menaikan jumlah pinjaman yang diberikan,” pungkasnya.

Lihat juga...