Jalan Rusak di Palas Sebabkan Truk Muatan Terperosok

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Hujan deras berimbas kerusakan jalan provinsi di kecamatan Palas, Lampung Selatan (Lamsel), semakin parah. rusaknya jalan tersebut bahkan membuat truk bermuatan beras seberat 20 ton, terperosok di tengah jalan. Truk bernomor polisi BE 9498 D yang dikemudikan oleh Aris Maulana, tidak bisa melanjutkan perjalanan akibat empat ban kendaraannya, amblas.

Aris Maulana mengaku kerap melintas di ruas jalan Palas untuk mengangkut beras hasil pertanian di wilayah tersebut. Ia mengatakan, kondisi jalan semakin parah sejak dua tahun terakhir, terutama saat musim penghujan.

Akibat kendaraannya terperosok, Aris Maulana yang seharusnya sudah tiba di pelabuhan Merak, harus menunggu

Aris Maulana, pengemudi truk bernomor polisi BE 9498 D yang terperosok di ruas jalan provinsi yang rusak -Foto: Henk Widi

kendaraan dievakuasi.

Sementara akibat terperosknya truk tersebut, arus lalu lintas dari arah kecamatan Penengahan menuju kecamatan Palas dan Sragi, terhambat.

Hingga saat ini, Aris Maulana masih menunggu kendaraan lain  untuk menarik truknya yang terperosok. Kejadian truk terperosok akibat kondisi jalan yang rusak, dikatakannya bukan kali pertama terjadi di ruas jalan provinsi tersebut.

“Sebelumnya, saya kerap membawa kendaraan truk dengan tonase muatan yang sama, tetapi baru pertama kali mengalami insiden ban bagian belakang truk terperosok di jalan yang amblas,” terang Aris Maulana, Minggu (17/2/2019).

Akibat insiden ini, sistem buka tutup jalan diberlakukan, karena posisi kendaraan berada di badan jalan. Jalan ruas provinsi selebar enam meter tersebut saat musim hujan kerap digenangi air, sehingga lubang tidak terlihat.

Personel Polsek Palas bahkan diterjunkan di lokasi untuk mengamankan arus lalu lintas dari dua arah. Meski truk belum berhasil dievakuasi, akses jalan dari dua arah masih bisa dilintasi secara bergantian.

Kondisi jalan yang digenangi air semakin memperparah kondisi kerusakan jalan utama penghubung antar kecamatan di Lampung Selatan tersebut.

Upaya penimbunan jalan dengan batu sabes, beton, pernah dilakukan, namun kerusakan jalan semakin parah akibat hujan.

Ranusi, tokoh masyarakat Desa Sukaraja, menyebut kerusakan jalan tersebut sudah terjadi selama bertahun-tahun. Ruas jalan provinsi tersebut juga sudah diusulkan untuk diperbaiki, namun belum terealisasi.

Ia bahkan menyebut usulan perbaikan jalan telah dilakukan selama hampir dua kali pergantian kepemimpinan gubernur dan bupati. Masyarakat, juga pernah melakukan aksi unjuk rasa, agar perbaikan jalan segera direalisasikan.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan, di antaranya memblokade jalan, menanam pohon pisang, menebar bibit ikan lele. Berbagai aksi tersebut bahkan diiringi dengan melakukan penambalan jalan dengan sistem cor.

Sejumlah pelaku usaha yang kerap melintas, telah memberikan bantuan berupa material pasir,semen untuk memperbaiki jalan. Meski demikian, perbaikan sementara dengan sistem cor tersebut kembali rusak.

Ranusi menyebut, perbaikan jalan provinsi tersebut sudah sangat urgen dilakukan. Pasalnya, sebagai akses jalan provinsi jalan ruas Penengahan-Palas-Sragi, bahkan bisa tembus ke Lampung Timur sangat vital.

Sebanyak 21 desa bahkan menjadi akses jalan utama untuk masyarakat di wilayah tersebut. Sebagai kawasan lumbung padi, kendaraan pengangkut hasil panen kerap melintas di wilayah tersebut.

Lihat juga...