Diresmikan Plt Bupati, Jembatan Merah Way Pisang Sangat Membantu Masyarakat

Editor: Mahadeva

Jembatan merah di atas sungai Way Pisang,Desa Sukabaru,Kecamatan Penengahan Lampung Selatan penghubung antar desa dan kecamatan - Foto henk Widi

LAMPUNG – Jembatan Way Pisang di Dusun Buring, Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel) resmi mulai bisa digunakan masyarakat. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, Nanang ermanto, menyebut, jembatan Way Pisang yang selanjutnya disebut jembatan merah, diharap bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat.

Sebelumnya, jembatan sungai Way Pisang tersebut, hanyalah sebuah jembatan gantung. Jembatan dengan tali sling, papan serta bambu dan dinding kawat. Keberadaan jembatan merah, akan sangat membantu masyarakat setempat terutama petani. Jembatan tersebut merupakan akses transportasi, distribusi, sehingga bermanfaat untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Lahan pertanian, perkebunan yang ada di sejumlah desa wilayah Kecamatan Palas, Kecamatan Penengahan, hasil panennya bisa diangkut dengan akses yang lebih mudah menuju Jalan Lintas Sumatera. “Semoga jembatan yang sudah dibangun bisa dimanfaatkan masyarakat untuk transportasi, terutama untuk mengangkut hasil pertanian, sehingga bisa ikut meningkatkan perekonomian masyarakat,” tandas Nanang Ermanto, usai peresmian Jembatan Merah Sungai Way Pisang, Senin (25/2/2019).

Rohman,salah satu warga Dusun Buring,Desa Sukabaru,Kecamatan Penengahan,Lampung Selatan yang kerap memanfaatkan jembatan merah untuk ke kebun – Foto Henk Widi

Jembatan merah dibangun dua tahun mulai 2017 hingga 2018,  secara bertahap (multi year). Rohman, salah satu warga Dusun Buring, Desa Sukabaru menyebut, sudah puluhan tahun masyarakat di Dusun Buring berharap, jembatan gantung diganti menjadi jembatan permanen.

Usulan kepada pemerintah daerah baru sekarang terealisasi, dan jembatan permanen bisa dinikmati oleh masyarakat. Kemudahan akses, karena keberadaan Jembatan Merah sangat dirasakan petani. Sebelum ada jembatan permanen, petani harus berjalan memutar melewati akses jalan yang jauh untuk membawa hasil panen.

Kini, hasil berupa kelapa, kakao, pisang, jagung, padi, serta hasil pertanian lain lebih mudah didistribusikan setelah jembatan selesai dibangun. “Kami warga di sebelah Barat dan Timur sungai Way Pisang sangat terbantu sehingga pengangkutan hasil bumi dan transportasi bisa lebih lancar,” beber Rohman.

Rohman menyebut, akses jembatan tersebut juga di dukung keberadaan jalan rabat beton, yang semakin memudahkan akses warga. Sebelumnya, akses jalan berupa jalan berbatu. Selain petani, para pekajar juga sangat terbantu dengan keberadaan Jembatan Merah. Riki Kurniawan, siswa kelas 6 SDN 3 Sukabaru menyebut, dengan jembatan Dia lebih mudah menuju ke sekolah.

Lihat juga...