Air Baku Minim, Pemkot Balikpapan Benahi PAB
Editor: Mahadeva
BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan fokus membenani Program Air Bersih (PAB). Hal itu menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan air bersih bagi warganya. Di Balikpapan, kondisi wilayahnya minim air baku, yang dapat diolah menjadi air minum untuk hampir 800 ribu jiwa penduduknya.
Bahan baku utama air bersih di kota itu adalah, air hujan yang diolah di Waduk Manggar. Pemerintah setempat, berusaha memperbanyak bangunan sistem penyediaan air minum, sebagai upaya mengatasi kekurangan pasokan air bersih. “Progres pembangunan sistem penyediaan air minum hingga akhir 2018 cukup menggembirakan. Sementara pembangunan instalasi pengolahan air juga telah selesai,” kata Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, Kamis (7/2/2019).
Di depan anggota DPRD Kota Balikpapan, Rizal mengatakan, pemkot membangun sistem penyediaan air minum yang di bangun di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur. Sedangkan instalasi pengolahan air di tempat yang sama, proses pembangunannya telah menyelesaikan tahap pertama. Instalasi pengolahan air itu, mampu menghasilkan air bersih berkapasitas 200 liter perdetik.
Sistem penyediaan air minum yang dibangun saat ini adalah bendungan. Kegiatannya, hasil kerja sama dengan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III (BWS III), Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Bendungan Teritip, saat ini tengah memasuki masa impounding atau proses pengisian air. “Saat ini sedang dibangun sarana dan prasarana pendukungnya, setelah proses impounding berlangsung sejak Juli 2017,” terang Rizal Effendi.
Tahun ini, pemerintah daerah berencana menambah kapasitas air baku menjadi 150 meter perdetik. Hal itu dilakukan dengan membangun Embung Aji Raden. Pembangunan dilakukan bekerja sama dengan BWS III, Kementrian PUPR. Pembangunan ditargekan selesai, dan dapat difungsikan di 2021.
Kebutuhan air baku di Balikpapan, berdasarkan analisa PDAM setempat adalah 1.900 liter per detik. Sementara saat ini kemampuan kapasitas produksi baru mencapai 1.450 liter per detik. Balikpapan tidak lagi dapat mengandalkan sumber air baku Waduk Manggar, karena kebutuhan air bersih terus meningkat. Sumber air bersih yang tengah dikaji adalah, pasokan air baku dari Sungai Tengin di kawasan Semoi Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Kapasitas sungai tersebut diperkirakan bisa mencapai 1.000 liter perdetik.