Distribusi Bantuan Non Pangan ke Lamsel masih Berlangsung
Editor: Mahadeva
LAMPUNG – Warga korban bencana tsunami Selat Sunda yang masih tinggal di pengungsian, hingga kini masih mendapatkan bantuan. Bantuan yang masih didistribusikan ke warga di Lampung Selatan (Lamsel) adalah bantuan non pangan (NFI).

Eka Hidayanti, Field Coordinator Jejaring Mitra Kemanusiaan (JMK) bagian Lampung menyebut, bantuan yang didistribusikan merupakan hasil kerjasama dengan berbagai lembaga. Bantuan tersebut, mengakomodir bantuan bagi pengungsi yang selama ini dominan berupa makanan. Dalam kegiatan tersebut, jejaring Mitra Kemanusiaan Lampung, bekerjasama dengan sejumlah lembaga, seperti OXFAM, organisasi nirlaba asal Inggris yang berfokus pada pembangunan penanggulangan bencana dan advokasi.
Kegiatan juga didukung oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung dan Jakarta, Bina Masyarakat Peduli (BMP), Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), serta Kementerian Sosial Republik Indonesia. “Selama ini, di beberapa kejadian bencana, bantuan yang diberikan kerap berupa makanan, sehingga kami memberikan bantuan dalam bentuk lain, terutama kebutuhan non pangan,“ terang Eka Hidayanti, saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (7/2/2019).
Paket bantuan yang telah diberikan kepada pengungsi diantaranya, Hygine kit, peralatan untuk balita, tenda pengungsi, keperluan lansia, serta pembalut wanita. Bantuan yang dibagikan ada 643 paket. Pada tahap pertama, dibagikan 171 paket untuk Desa Kunjir. Kemudian di tahap kedua, sebanyak 142 paket, dibagikan untuk Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa.
Bantuan dibagikan sesuai dengan kebutuhan selama berada di pengungsian. Pembagian mengikuti hasil survei lapangan agar tepat sasaran. Tim JMK juga membuat toilet khusus di lokasi pengungsian. Pemberian bantuan diprioritaskan bagi pengungsi, yang kehilangan tempat tinggal, dan terpaksa tinggal di tenda menunggu Hunian Sementara (huntara) selesai dibuat.
“Validasi data dilakukan bekerjasama dengan pemerintah hingga ke keluarga yang berhak, agar bantuan tepat sasaran sesuai kupon, dicatat serta penerima menandatangani bukti pemberian bantuan,” beber Eka Hidayanti.
Mengantisipasi terjadinya bantuan yang tidak tepat sasaran, dan tidak terdata, JMK-OXFAM menyediakan layanan pengaduan. Informasi, saran dan pengaduan bisa dilayangkan ke email: jejaringmitrakemanusiaan@gmail.com, atau nomor telepon pengaduan 082376321778. Masyarakat juga bisa datang langsung ke posko respon tanggap darurat di Jalan Rindu Laut Kelurahan Way Urang Kecamatan Kalianda.
Selain sarana sanitasi, bantuan non pangan yang diberikan juga berupa pelayanan kesehatan, seperti pemeriksaan gula darah, tekanan darah serta asam urat. Pelayanan kesehatan dilakukan secara gratis.
Aman Fadilah, warga Desa Way Muli Timur, mengaku sangat terbantu dengan bantuan tersebut. Ia menerima bantuan ember, sabun, sikat gigi, shampo, pasta gigi, minyak telon, detergen, minyak kayu putih, popok bayi, sarung, dan selimut. Dia juga menerima bantuan terpal ukuran 4×6 meter, yang bisa dipergunakan untuk atap saat hujan. Bantuan yang dicatat secara sistematis, diakuinya lebih efesien dan tepat sasaran.
Hal yang sama diakui Lastri. Ibu rumah tangga yang tinggal di Blok A, posko pengungsian Desa Way Muli Timur tersebut mendapatkan bantuan peralatan sanitasi, terutama pembalut wanita. Lastri dan puluhan warga lain, yang masih bertahan di tenda pengungsian berharap, huntara bisa segera diselesaikan.