Wisatawan Thailand dan Brasil Harapkan Sektor Wisata Lamsel Kembali Bangkit

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Kerusakan akibat bencana tsunami pada sektor wisata bahari ikut menjadi keprihatinan bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Lampung Selatan (Lamsel).

Dua wisatawan yang juga sekaligus volunteer (relawan) untuk misi kebersihan lingkungan pascatsunami, Chery (38) asal Bangkok, Thailand dan Anderson (28) asal negara bagian Parana, Brasil mengunjungi desa Kunjir, kecamatan Rajabasa, Lamsel.

Chery menyebut saat bencana gempa bumi disertai tsunami pada Desember 2004 dirinya masih berusia sekitar 23 tahun. Salah satu kawasan destinasi wisata bahari yang ikut rusak di antaranya pantai Phuket Thailand. Pantai Phuket Thailand yang porak poranda mulai bangkit dan menata amenitas wisata sehingga tetap menjadi destinasi wisata bahari favorit di negeri gajah putih tersebut.

“Saya bertemu dengan warga di pantai wisata Kunjir yang kesehariannya bergantung dari sektor perikanan, wisata. Akibat tsunami semuanya hancur sebagian harus kehilangan harta benda dan nyawa, namun mereka tetap berjuang dan mulai bangkit, seperti itulah semangat yang pernah saya alami ketika negara kami juga terkena tsunami,” terang Chery salah satu wisatawan asal Thailand saat ditemui Cendana News, Minggu (20/1/2019)

Senada dengan Chery, pelancong bernama Anderson juga menyebut pantai Kunjir punya potensi menjanjikan. View langsung ke Gunung Anak Krakatau (GAK) masih jadi daya tarik pantai tersebut.

Pemuda asal asal negara bagian Parana, sebuah negara bagian di Brasil tersebut mengharapkan warga bisa kembali menata sektor wisata di pantai tersebut. Apalagi melalui pantai Kunjir wisatawan bisa mendatangi spot pulau Mengkudu serta pantai batu lapis park.

“Warga memanfaatkan potensi wisata bahari di pantai ini dengan baik, melalui pendekatan yang arif bersama pemerintah sektor wisata bisa kembali hidup dan berkembang,” papar Anderson.

Sebagian perahu yang kerap disewakan untuk mengunjungi pulau Mengkudu dan pantai batu lapis. Foto: Henk Widi
Anderson juga menyebut keramahan warga yang bahkan memberikan tempat tinggal sementara menjadi kunci sebuah tempat wisata berkembang. Pemuda yang pertama kali mengunjungi Lamsel tersebut mengaku kelak berniat kembali lagi saat kondisi pantai Kunjir bangkit dan mulai bergeliat.

Pelaku usaha wisata pantai Kunjir, Nurlaela (40) menyebut ingin memulai kembali usaha kuliner, homestay di tempat tersebut. Memiliki rumah yang hancur akibat terjangan tsunami ia bersama keluarganya mulai membangun di atas puing puing.

“Saya tidak ingin lama larut dalam kesedihan serta keterpurukan, tetap ingin bangkit kembali berusaha dalam sektor wisata bahari,”ungkap Nurlaela.

Penataan lingkungan di pesisir pantai tersebut diakuinya akan kembali dilakukan agar bisa digunakan sebagai destinasi wisata. Nurlaela bahkan menyebut mendapat dukungan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dalam upaya menata lingkungan tempat tinggalnya.

Penataan tersebut termasuk dimulainya sektor usaha kecil yang didukung oleh komunitas Sakai Sambaiyan melalui dukungan permodalan dan fasilitas. Tujuannya agar sektor wisata bahari kembali bisa pulih seperti sediakala.

Lihat juga...