Warga Kota Maumere Masih Buang Sampah Sembarangan

MAUMERE – Masyarakat di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, masih saja membuang sampah di luar kontainer sampah yang telah disiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sehingga membuat sampah berserakan di jalan raya dan mengganggu kenyamanan warga.

“Saya baru saja diberitahu Camat Geliting soal sampah yang menumpuk di luar kontainer sampah,” ungkap Gatot Muryanto, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Sikka, Rabu (30/1/2019).

Gatot Muryanto, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Sikka. -Foto: Ebed de Rosary

Selain di Geliting, kata Gatot, di kompleks pertokoan samping timur Monumen Tsunami juga hampir setiap pagi sampah berserakan hingga ke jalan. Pihaknya pun tidak mengerti, kenapa masyarakat tidak membuang sampah di dalam kontainer sampah yang disiapkan.

“Belum lagi di Pasar Alok, hampir setiap hari juga sampah masih dibuang di luar kontainer sampah. Kita berharap, masyarakat memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya,” sebutnya.

Menurutnya, petugas pengangkut sampah saat ini hanya bekerja mengangkut sampah setiap pagi hingga siang hari, termasuk di pasar Alok dan pasar Tingkat Maumere.Untuk pasar Alok, setiap Jumat dilakukan pembersihan secara massal.

“Hari Jumat minggu lalu, kami terpaksa kerahkan loader untuk membersihkan sampah di pasar Alok. Kami juga lakukan penebangan beberapa pohon, mengingat saat ini sudah musim hujan dan angin kencang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sikka, Ir.Yunida Pollo menyebutkan, pada 2019 ini pihaknya hanya mendapatkan tambahan tiga unit kontainer sampah yang rencananya akan ditempatkan di Waipare, Waioti dan pasar Tingkat.

“Kami juga mendapatkan satu mobil sampah yang nantinya akan kami tempatkan di Geliting. Masih banyak titik di Kota Maumere yang belum disediakan kontainer atau dibuatkan bak sampah,” terangnya.

Idealnya, kata Yunida, pihaknya masih membutuhkan kontainer sampah minimal 40 buah serta 3 mobil pengangkut sampah, dan 5 mobil untuk menarik kontainer sampah di Kota Mumere.

“Petugas pengangkut sampah harusnya bertugas dua shift, dan kami sedang menyusun perencanaan untuk merekrut tenaga kerja, bila sudah disetujui anggarannya. Saat ini, petugas kebersihan yang ada sebanyak 42 orang,” jelasnya.

Untuk sementara waktu, ujar Yunida, pihaknya hanya memanfaatkan tenaga kerja yang ada secara maksimal, dalam membersihkan dan mengangkut sampah. Untuk itu, pihaknya meminta, agar masyarakat bisa bekerja sama dengan membuang sampah pada tempatnya.

“Saat ini sudah musim hujan, sehingga masyarakat jangan membuang sampah di saluran air dan menyebabkan saluran air tersumbat. Ini yang harus dipahami masyarakat, agar tidak terjadi banjir dan menggenangi jalan raya serta pemukiman warga,” pungkasnya.

Lihat juga...