Terapis REKAN Gelar Pengobatan Tradisional Bagi Korban Tsunami

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Berbagai cara unik dilakukan relawan, untuk membantu memulihkan kondisi psikis maupun fisik korban tsunami Selat Sunda. Seperti yang dilakukan komunitas Relawan Komunitas Atthibbun Nabawi (REKAN) asal Jakarta, Banten dan Bogor.

Isnen – Foto Henk Widi

Komunitas REKAN, mendatangi masyarakat terdampak tsunami Selat Sunda di wilayah Banten dan Lampung Selatan (Lamsel), untuk membantu memberi pengobatan. Isnen, salah satu ahli pengobatan atau biasa disebut terapis dari komunitas REKAN, asal Jakarta menyebut, komunitasnya memiliki misi membantu warga terdampak tsunami. Pengobatan dilakukan untuk berbagai macam keluhan.

Sejumlah metode penyembuhan yang ditawarkan diantaranya pengobatan metode Bekam, Akupuntur, terapi Fashdu, Pijat Otos Syaraf (POS), Pijat Sendi Tulang (PST). Metode metode tersebut diaplikasikan oleh 14 relawan, yang ahli dibidangnya. Pengobatan yang ditawarkan gratis tersebut, merupakan kegiatan rutin komunitas untuk membantu masyarakat. Sebelumnya, para terapis REKAN telah membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan warga saat bencana alam tsunami di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) serta tsunami di Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala).

Sebelum berangkat ke Lampung Selatan, anggota REKAN, sudah membantu pengobatan warga di wilayah Banten yang juga terdampak tsunami Selat Sunda. “Kepedulian kami tim REKAN pada warga terdampak tsunami untuk meringankan beban warga yang sebagian tidak dirawat di rumah sakit oleh tenaga medis namun merasakan sakit terlebih sebagian warga di pesisir pantai berprofesi sebagai nelayan kerap merasa kelelahan saat menghindar dari tsunami,” terang Isnen kepada Cendana News, Jumat (18/1/2019).

Keluhan yang paling dirasakan nelayan diantaranya sakit pinggang, keluhan di tulang, syaraf kejepit. Antusiasme warga cukup bagus. Tercatat warga yang mendaftar untuk pengobatan perhari mencapai 100 orang, baik laki laki maupun wanita.

Pengobatan dilakukan hingga malam hari, memperhitungkan animo masyarakat tinggi. Terkait sumber dana untuk tranportasi serta kebutuhan relawan, Isnen menyebut komunitas REKAN kerap membuka pelatihan, mengadakan Bakti Sosial (Baksos) di Jakarta, Banten dan Bogor. Pelatihan dan Baksos juga bertujuan untuk mencari relawan baru, sesuai dengan metode pengobatan tradisional yang diajarkan.

Hasil baksos dari pasien dan donatur, dipergunakan untuk biaya perjalanan serta operasional untuk menuju ke lokasi bencana. “Sejumlah donatur yang memiliki kepedulian pada misi kami untuk meringankan beban gangguan kesehatan korban bencana juga memberi dukungan finansial,” beber Isnen.

Sejumlah desa di Lamsel yang mendapat layanan pengobatan adalah, Desa Way Muli dan Sukaraja. Aktivitas pengobatan dilakukan hingga Jumat (18/1/2019). Selama empat hari, sudah ada 400 pasien yang dilayani.

Terapis REKAN yang lain, Syekh Puji, mengaku ahli dalam pengobatan terapi al Fashdu, atau totok darah. Teknik tersebut dilakukan dengan cara mengeluarkan darah dari pembuluh darah vena. Berbeda dengan donor darah, dimana darah masih bisa digunakan, pada tekhnik fasdhu darah yang dikeluarkan tidak dipergunakan lagi. “Kalau donor darah biasanya di lengan tapi tekhnik fashdu bisa di mana saja dimana terlihat urat vena seperti pasien saya ini pada bagian tangan,” beber Syekh Puji.

Ia menyebut teknik Fashdu merupakan cara membuang darah kotor. Darah yang dikeluarkan bisa menjadi indikator adanya sejumlah penyakit. Teknik tersebut bisa memperbaiki aliran darah, serta menghindarkan dari sejumlah penyakit komplikasi.

Sobari, salah satu pasien asal Dusun Pangkul, Desa Sukaraja menyebut, memilih pengobatan metode fashdu. Teknik tersebut telah dicoba olehnya beberapa kali. Memiliki keluhan gejala kolesterol dan asam urat, ia menyebut metode tersebut diharapkan bisa membantu mendapatkan kesehatan yang lebih baik.

Lihat juga...