Pelaku Ekonomi Kreatif Balikpapan Perlu Suntikan Modal
Editor: Mahadeva
BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan pada tahun ini fokus mengembangkan ekonomi kreatif. Hal itu, untuk menekan angka pengangguran, dan menanggulangi angka kemiskinan.
Pengembangan ekonomi kreatif dilakukan pemkot dengan melibatkan generasi muda. Menurut salah satu warga Balikpapan, Sophie Razak, ekonomi kreatif adalah konsep pemerintah yang mengandalkan masyarakat untuk bergerak terlebih dahulu.
Hal itu seperti yang dilakukan di Kota Yogyakarta dan kota kreatif lainnya. “Kota-kota lain sudah bergerak dari kemarin-kemarin, kemudian pemerintah melirik hal tersebut, karena dianggap berhasil. Balikpapan sendiri belum banyak yang bisa dilakukan pemerintah karena bentuk dukungannya hanya support,” tandas Sophie, ketika ditanya mengenai Pemerintah kota yang fokus pada ekonomi kreatif, Selasa (15/1/2019).
Dia menilai Balikpapan masih belum serius mendampingi pelaku ekonomi kreatif. “Harusnya lebih berani menanggung resiko, dan percaya kalau mereka kaum milenial, berdaya guna membangun ekonomi kreatif dengan menggelontorkan anggaran yang besar untuk melahirkan SDM (Sumber Daya Manusia) kreatif,” tutur Sophie, merupakan Pendiri Rumah Seni Nirmana.
Sophie mengatakan, pelaku ekonomi kreatif juga perlu modal usaha. Dan harapannya pemerintah juga memberikan suntikan modal usaha. “Pastinya pengembangan ekonomi kreatif bisa mengurangi pengangguran dan itu otomatis, nggak usah dikhawatirkan. Malah teman-teman ekonomi kreatif disini kekurangan SDM,” tandasnya.
Di Balikpapan, saat ini telah hadir Rumah Seni Nirmana, lembaga yang menyediakan ruang untuk menyalurkan hobi, dan ide-ide kreatif. Keberadaanya, mempertimbangkan upaya pengembangan pembangunan Kota Balikpapan, yang mulai diarahkan pada pengolahan industri kreatif.
Rumah seni nirmana, menjadi ruang pembelajaran bersama, berkesenian melalui kelas-kelas kreatif, lokakarya, ruang pamer, kolaborasi, diskusi publik, serta agenda kreatif lainnya. “Kami akan membantu bagi mereka yang ingin menyalurkan hobi, meluapkan kegemaran, belajar bersama dan tentunya berbagi cerita seru mengenai keseharian dengan sederhana,” tutupnya.