Kebakaran di Tomang, Anies Minta Warga Perhatikan Listrik
Editor: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengaku, hampir setiap hari dirinya selalu menerima laporan mengenai kebakaran di Ibu Kota. Dia menyebut, umumnya kebakaran tersebut disebabkan oleh aliran listrik. Dia meminta warga untuk memperhatikan aliran listrik di rumah masing-masing.
“Kita semua mengimbau kepada masyarakat, perhatikan jalur-jalur listrik, jangan sampai ada beban yang mengakibatkan panas dan panas mengakibatkan pada api,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menjelaskan, setiap peristiwa yang terjadi, beberapa petugas mulai dari kesehatan, keamanan hingga dari Dinas Sosial, langsung mendatangi tempat kejadian perkara.
Dia menyebut, Dinas Sosial pun langsung menyiapkan keperluan logistik seperti tempat pengungsian hingga keperluan sehari-hari.
“Jadi itu sudah menjadi rutinitas yang kita kerjakan. Semua respon cepat yang terkait dengan kebakaran dan implikasinya, termasuk juga kebakaran tadi pagi,” jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) DKI Jakarta, Irmansyah, mengatakan, pihaknya sudah mendata ada sekira 290 kepala keluarga (KK) harus kehilangan rumah akibat ganasnya si jago merah. Akibatnya, 1.200 jiwa terpaksa mengungsi di tenda pengungsian.
“Kami sediakan dapur umum untuk masak nasi. Kita sediakan di sana sampai seminggu,” ujarnya.
Diberitahukan, pada Senin dinihari tadi, kebakaran melanda pemukiman padat di Jalan Tomang Utama Raya RT 02 RW 15 Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Sebanyak lebih dari 160 rumah hangus dan membuat 1190 jiwa dari hampir 300 keluarga mengungsi.
Kebakaran yang melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Tomang Timur, RT 05, Jakarta Barat, lokasi tepatnya di sekitar belakang Roxy Square.
Kasie Ops Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Barat, Rompis Romlih, mengatakan, api yang membakar sejumlah rumah di Jalan Tomang Raya, Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Senin (21/1/2019) berasal dari rumah warga dari RT 002/ RW015.
Adapun laporan kebakaran diterima oleh petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 02.59 WIB.
“Api berasal dari rumah Ibu Tum, yang sedang memasak untuk usaha dagang. Kemungkinan dia tinggal terus api membesar atau dari kompor. Belum tahu apa karena kebocoran atau tidak,” ujarnya.
Api membakar rumah Tum yang memiliki luas 50×300 meter persegi. Awalnya, api berasal dari Jalan Stqa Tomang Raya RT 002/RW 015, tetapi semakin meluas hingga ke tiga RW.
Adapun ketiga RW yang terkena dampak, lanjut Rompis, yaitu RW 014 dengan 200 rumah, RW 015 dengan 30 rumah, dan RW 011 dengan 10 rumah. Apabila ditotal, mencapai 240 rumah.
“Nggak ada korban, yang punya rumah langsung diurus kepolisian,” katanya.
Dalam kejadian tersebut, petugas pemadam kebakaran menurunkan 26 unit dengan 163 personel. Rompis menyebutkan, pukul 03.30 WIB api berhasil dikuasai, dan 05.30 WIB pendinginan, serta padam pukul 09.30 WIB.
Hingga saat ini, data sementara, total korban sebanyak 289 KK dengan 1.190 jiwa. Sementara dugaan total bangunan terbakar sebanyak 166 hunian rumah tinggal.