Car Free Day di Padang Digelar di Jalan Khatib Sulaiman
Editor: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Barat, Heri Nofiardi, menyebutkan, bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait, guna melakukan rekayasa lalu lintas saat pelaksanaan Car Free Day (CFD) dari jam 6 pagi hingga 10 pagi di sepanjang jalan Khatib Sulaiman pada Minggu (20/1) mendatang.
“Kita telah bicarakan dengan instansi terkait bagaimana teknis rekayasa jalan saat CFD ini. Sebab, dua jalur pada sepanjang Khatib Sulaiman akan dipakai guna masyarakat beraktivitas,” ujarnya, saat ditemui Rabu (16/1/2019).
Untuk rekayasa jalan itu, akan ada 23 jalan yang ditutup. Pengalihan jalan untuk mobilitas masyarakat akan dialihkan ke jalan Ulak Karang dan Gunung Panggilun. Akan ada lebih kurang 15O petugas yang mengatur jalan ini dikerahkan.
Sementara itu, kata Heri, pihaknya akan memprioritaskan pengawalan kepada kendaraan yang bersifat darurat ketika melalui jalur ini.
“Kita tahu sekitar jalan Khatib Sulaiman ada rumah sakit. Maka, jika ada keadaan darurat pihaknya telah menugaskan aparat yang berada di posko pintu masuk CFD untuk mengawal dengan voorijder sehingga kendaraan tersebut dapat lewat,” katanya.
Lanjutnya, pengawalan itu diperuntukkan agar kendaraan yang bersifat darurat, seperti ambulance, pemadam kebakaran, PLN atau lainnya tidak terganggu dan masyarakat yang melaksanakan CFD. Begitu juga sebaliknya, jangan pula celaka.
Nanti, kata Heri, jalan itu akan terbagi dua, nanti ada yang diperuntukkan bagi masyarakat yang beraktivitas stay saja seperti senam, atraksi atau lain. Dan, ada yang bergerak yakni joging, sepeda.
“Jalan itu ada yang bergerak dan stay saja. Maka, kendaraan darurat yang hendak lewat itu kita prioritaskan lewat dengan pengawalan,” ulasnya.
Selain itu, kata Heri, sepanjang jalan dan trotoar tidak ada yang berjualan, dan pedagang yang hendak berjualan telah disiapkan tempat, yakni di perkantoran dekat jalan Khatib tersebut. Sedangkan untuk parkir akan dibantu oleh camat setempat dan stake holder terkait agar nanti tertata rapi.
“Benar-benar jalan dan trotoar di sepanjang Jalan Khatib Sulaiman dari jam 6 pagi hingga 10 pagi itu steril dari kendaraan dan pedagang berjualan,” ungkapnya.
Sedangkan, untuk Transpadang yang beroperasi melalui jalan itu akan dialihkan sementara ke jalan Ulak Karang.
Sambungnya, CFD ini muncul dari ide perusahaan-perusahaan yang tergabung pada Indonesia Marketing Association (IMA). Sekaligus, memperingati 70 tahun pahlawan Khatib Sulaiman. Dan, untuk kepanitiaan tergabung dari perusahaan serta SKPD terkait. Maka, pihaknya akan memprioritaskan pada 20 Januari ini terlebih dahulu.
“Kita fokus dulu pada 20 Januari ini. Jika CFD ini berlanjut ke depan, perlu dilakukan kajian mendalam dengan membicarakan bersama pihak terkait. Apalagi, CFD ini berada di jalan protokol yang berdekatan langsung ke akses perumahan masyarakat serta objek vital lainnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, program CFD ini sangat bagus. Karena, program tersebut akan memberikan peluang bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas di pagi hari pada akhir pekan.
Apalagi, bagi mereka yang berkeluarga, mereka dapat bersantai dengan berolahraga, jalan santai, bersepeda atau berkegiatan lain.
Menurutnya, melihat secara teknis nanti pelaksanaan akan dilakukan Dispora Sumatera Barat. Dengan mengundang beberapa stake holder terkait untuk terlibat serta mengimbau masyarakat untuk datang bersama keluarga ke CFD sehingga nanti kawasan ini akan menjadi ramai, seperti Taplau dan Gor H Agus Salim, setiap pagi di akhir pekan.
“Untuk itu, kita minta Dispora terus menggencarkan sosialisasi akan ada CFD di Jalan Khatib Sulaiman setiap akhir pekan. Kepada seluruh masyarakat juga sehingga program CFD dapat terus berlanjut ke depan,” katanya.