Tradisi Perayaan Maulid Nabi Ala Masyarakat Pulau Lombok
Editor: Mahadeva WS
LOMBOK – Masyarakat Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) memuliki tradisi menaikkan dulang atau nampan, yang berisi aneka makanan khas Lombok ke masjid. Makanan tersebut, disuguhkan dan dibawa pulang tamu undangan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW sebagai berkat atau oleh-oleh.
Aneka jajanan khas Lombok, disusun sedemikian rupa di atas nampan. Jajanan seperti tarek, kaliadem, keciput, mendari, renggi, angin-angin dan aneka jajanan khas Lombok lain disusun tinggi, setinggi orang duduk. Karena susunannya setinggi orang duduk, seperti menyerupai gunungan atau kubus. Jajanan baru dibagikan, saat tamu undangan hendak pulang. Makanan dibawa pulang menggunakan tas plastik besar, usai perayaan maulid Nabi Muhammad SAW, yang diisi acara pengajian.

“Menaikkan dulang berisikan aneka jajanan khas Lombok, untuk dibawa tamu undangan sebagai berkat (oleh-oleh), memang sudah menjadi tradisi sejak lama,” kata Munawir, warga Lombok Tengah, Selasa (20/11/2018).
Selama bulan maulid, selama sebulan penuh, semua umat Islam di Pulau Lombok, sibuk membuat jajanan. Makanan tersebut nantinya akan disuguhkan dan disiapkan, sebagai berkat bagi tamu undangan. Tradisi yang sama, hampir berlangsung di desa lain di Pulau Lombok. Sehingga selama bulan maulid, warga sibuk saling menghadiri undangan, dari satu masjid ke masjid lain, dari satu kampung ke kampung lain dan dari desa ke desa lain. “Pokoknya selama bulan maulid, kita sangat sibuk menghadiri undangan, belum lagi undangan yang memang secara khusus dari sanak keluarga,” tandasnya.
Salman, warga lain mengungkapkan, perayaan maulid menunjukkan, betapa budaya kekeluargaan dan solidaritas masyarakat sangat tinggi. Termasuk budaya silaturahmi. Masyarakat saling mengundang, saling mengunjungi bersilaturrahmi dengan sesama. Sehingga, perayaan maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan, tidak hanya dengan acara seremonial semata.
“Kalau saya paling senang setiap bulan maulidan itu, nasi kuning, atau biasa disebut masyarakat Lombok dengan nama nasi rasul, enak sekali rasanya,” pungkas Salman.