Tiga Tahun Dibangun, Stadion BMW Telan Rp900 Miliar

Editor: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, meminta tambahan penyertaan modal daerah (PMD) untuk PT Jakarta Propertindo (Jakpro) guna membangun stadion BMW buat kemeriahan sepak bola di Jakarta.

Menurut Saefullah, penambahan PMD diperlukan untuk mempercepat pembangunan Stadion BMW yang sudah dinantikan sejak lama.

“Ini kita dorong karena kan stadion provinsi belum ada, masa harus numpang ke mana-mana. Apalagi pada saat menjadi tuan rumah,” ucap Saefullah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018).

Selain itu, lanjut Sekda, selama ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga mendapat desakan dari pendukung Persija untuk mempercepat pembangunan tersebut. “BMW kan dapat desakan dari komunitas, itu luar biasa,” ungkap dia.

Anggaran untuk pembangunan stadion internasional di Taman BMW, Jakarta Utara, ditambah Rp500 miliar dalam rancangan APBD DKI 2019. Dengan penambahan itu agar JakPro segera membangun stadion BMW.

“Supaya stadion ini bisa dikebut, kiranya forum Banggar menambahkan alokasi PMD. Kemarin disetujui Rp 400 miliar, tambah Rp 500 miliar saja untuk Jakpro, untuk membangun stadion BMW,” paparnya.

Saefullah meminta untuk pembangunan Stadion BMW dipercepat. Mengingat hal itu juga merupakan salah satu janji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tak lain janji semasa kampanye. Dimana Anies juga didesak terus menerus oleh pendukung Persija, Jakmania.

“Ya memang itu juga merupakan janji beliau, ya,” kata Saefullah.

Sebelumnya, dalam rapat pada Senin (26/11/2018), Banggar telah menyetujui PMD Rp 400 miliar untuk Jakpro membangun Stadion BMW. Jakpro akan menggunakan PMD tersebut guna merancang ulang  Stadion BMW. Namun rapat hari ini, PMD untuk membangun stadion BMW justru ditambah Rp 500 miliar.

Jadi, PMD yang diberikan kepada Jakpro dalam rancangan APBD 2019 untuk membangun Stadion BMW sebesar Rp 900 miliar. Secara keseluruhan, pembangunan Stadion BMW membutuhkan dana Rp 4,5 triliun. Stadion itu akan dibangun selama tiga tahun, mulai dari 2019 hingga 2021.

Kemudian para anggota Banggar DPRD DKI akhirnya menyetujui penambahan PMD Rp 500 miliar tersebut. PMD itu disetujui karena masih ada anggaran tersedia, setelah anggaran sejumlah kegiatan dicoret dan dikurangi.

“Setuju ya ditambah ke Jakpro untuk pembangunan Stadion BMW,” ujar Wakil Ketua Banggar Triwisaksana kemudian mengetok palu tanda disetujuinya PMD.

Triwisaksana mengingatkan kembali bahwa anggaran pembangunan stadion BMW oleh Jakpro ditingkatkan dari Rp 400 miliar menjadi Rp 900 miliar.

Sebelumnya PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengusulkan anggaran pembangunan Stadion BMW senilai Rp 1,6 triliun. Anggaran tersebut dipangkas menjadi Rp 400 miliar lantaran RAPBD 2019 sempat defisit.

Diberitahukan, tak hanya anggaran pembangunan stadion yang ditambah sebesar Rp 500 miliar. DPRD DKI Jakarta pun memang akhirnya menyetujui pembangunan stadion internasional di Taman BMW, Jakarta Utara, dikerjakan oleh BUMD yaitu PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tersebut.

Hal itu dipastikan setelah Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta menyetujui penyertaan modal daerah (PMD) yang diajukan Jakpro dalam rancangan APBD DKI 2019 untuk membangun stadion itu.

Sementara, Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto, menjelaskan, pada 2019, Jakpro akan merancang ulang desain atau detail engineering design (DED) mengingat pembangunan stadion BMW akan diintegrasikan dengan pengembangan kawasan di sekitarnya. PMD Rp 400 miliar itu telah dihitung cukup untuk merancang DED tersebut.

“Perubahan desain ini butuh biaya sebelum mulai proses tender. Integrasi desain kita akan coba gunakan untuk mengoptimalkan fungsi stadion. Tidak hanya khusus untuk sepak bola, tapi juga untuk fungsi yang lain. Biaya pertama untuk 2019 kira-kira kita alokasikan Rp 400 miliar,” tutup Dwi.

Lihat juga...