Suryati Bangga, Titiek Soeharto Mengupayakan Kepulangan Shinta ke Indonesia

Editor: Mahadeva WS

JAKARTA – Suryati, ibu dari Shinta Danuar, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang lumpuh dan dirawat di Rumah Sakit Pinghe Hsincu, Taiwan, berbahagia setelah putri pertamanya itu bisa kembali ke Indonesia.

Shinta mengalami kelumpuhan, akibat virus yang menyerang sistem saraf tulang belakangnya. Hal itu dialami, saat sedang mengadu nasib di Taiwan. Atas kelumpuhan itu, Shinta terbaring selama empat tahun di sebuah rumah sakit di Taiwan. Suryani terus berjuang dan berdoa memohon kepada Allah SWT, agar putrinya bisa kembali ke Indonesia. Pada Kamis (29/11/2018) siang, Shinta pulang ke Indonesia, dengan difasilitasi pemerintah Indonesia dan Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi.

“Alhamdulillah Shinta, anak saya bisa pulang ke Indonesia. Allah SWT mengabulkan doa saya. Yang terindah, kepulangan Shinta adalah jasa Rumah Aspirasi Cut Muetia, yang telah memfasilitasi saya ke Taiwan menjemput Shinta. Terkhusus Ibu Titiek Soeharto, terima kasih Ibu, telah mengupayakan kepulangan Shinta,” ucap Suryati kepada Cendana News, saat ditemui di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (30/11/2018) sore.

Dengan pesawat  Eva Air dari Taiwan, Shinta bersama ibunya, yang didampingi staf RACM, tiba di bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten pukul 13.30 WIB. Shinta pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, untuk mendapat perawatan intensif di ruang ICU.  “Alhamdulillah kondisi Shinta sudah agak membaik. Ingatan Shinta masih bagus untuk mengenal orang, cuma memang belum biasa ngomong, suaranya nggak bisa keluar. Mohon doanya untuk kesembuhan Shinta,” tambahnya.

Suryati merasa senang karena Shinta bisa dirawat di Indonesia. Sehingga ia bersama saudaranya bisa bergantian menjaga Shinta di Rumah Sakit Polri. “Alhamdulillah keinginan saya kesampaian, Shinta dirawat di Indonesia. Saya senang dan saudara dari Jawa juga bisa datang jengguk Shinta, serta menjaganya bergantian,” tandas wanita 52 tahun tersebut.

Suryati terus mengucap syukur, atas kelancaran kepulangan Shinta ke Indonesia. Dia mengaku telah dua kali menenggok Shinta ke Taiwan. Pertama atas fasilitas agensi travel, dan kedua berkat Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi.  Sepulang ke Indonesia, Suryati terus berjuang berupaya meminta bantuan kepada berbagai pihak, termasuk ke Departemen Tenaga Kerja (Depnaker), Purwokerto, Jawa Tengah. “Shinta katanya sudah capai. Dia bilang sama temannya yang nenggok. Temannya mengabari saya akan ucapan Shinta itu. Saya semakin miris, harus berjuang memulangkan Shinta apapun risikonya,” ujar Suryati dengan mata berbinar.

Dengan segenap doa yang dipanjatkan, Suryati terus berjuang meminta kembali bantuan. Namun, upaya yang dilakukan selalu kandas. Alasan yang didapatkan adalah, dokter di Taiwan tidak membolehkan Shinta pulang ke Indonesia, mengingat kondisi kesehatannya. Gejolak di hati Suryati terus berkecamuk, ingin segera putrinya pulang ke Indonesia, sekalipun kondisinya belum membaik. Pikiran Suryati mengingat pesan seseorang yang ditemui di Taiwan, saat pertama kali ia menjengguk Shinta. “Ibu, kalau susah ibu memulangkan Shinta ke Indonesia, datang saja ke Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi,” ucapnya mengingat pesan itu.

Suryati dan Agta saat menjengguk Shinta Danuar di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (30/11/2018) sore. Foto : Sri Sugiarti.

Bergegas Suryati mencari alamat rumah itu, hingga kemudian mengunjunginya. Dan bertemu dengan Ketua Pelaksana Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi, Lieus Sungkharisma dan sejumlah pengurus lainnya. “Mereka mau mendengar keluhan saya, hingga akhirnya saya difasilitasi untuk menjengguk Shinta ke Taiwan,” ujarnya.

Seperti diketahui, pada Jumat (16/11/2018), Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi memfasilitasi keberangkatan ibunda Shinta, Suryati ke Taiwan. Kemudian pada Sabtu (17/11/2018), Titiek Soeharto bersama Ketua Pelaksana Harian Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi, Lieus Sungkharisma juga ke Taiwan untuk membesuk Shinta.

Saat di Taiwan itu, Suryati bertemu Titiek Soeharto. Suryati mengaku pernah mendengar nama Titiek Soeharto, tetapi belum pernah bertemu secara langsung dengan putri Presiden ke-2 Indonesia, Jenderal Besar HM Soeharto tersebut. Suryati merasa bangga dan terbaru saat bertemu dengan Titiek Soeharto. Apalagi Titiek Soeharto, memberikan kekuatan semangat, agar dirinya tabah, sabar, dan terus berdoa untuk kesembuhan Shinta. “Ibu Titiek berpesan agar saya tabah dan berdoa untuk kesembuhan Shinta. Ibu Titiek penyampaikan akan berusaha menjembatani dengan pemerinta, untuk memproses kepulangan Shinta ke Indonesia. Alhamdulillah Shinta pulang,” tambahnya.

Suryati juga berterima kasih kepada pemerintah, yang telah ikut memfasilitasi kepulangan Shinta, hingga kini dirawat di Rumah Sakit Polri. Suryani berangkat ke Taiwan difasilitasi oleh Rumah Aspirasi Prabowo Sandi. Selama di Taiwan, Suryani didampingi staf Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi.

Di dalam doanya, Suryati berharap Shinta cepat sembuh, sehingga bisa berkumpul kembali bersama keluarga. Termasuk bertemu dengan anak semata wayangnya Agta Reza Permana (9), di Banyumas, Jawa Tengah.  “Agta senang banget mamanya pulang. Tapi dia nggak bisa lama jengguk mamanya. Karena malam ini mau pulang. Senin lusa, Dia ada ulangan tengah semester di sekolah,” pungkasnya.

Lihat juga...