Pengembangan Padi Gogo Varietas Situbagendit di Lahan Kering
Editor: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Curah hujan di wilayah Lampung Selatan (Lamsel) masih belum merata pada sejumlah lahan pertanian. Salah satunya di wilayah Kecamatan Ketapang.
Salah satu solusi tetap melakukan aktivitas menanam padi dengan pasokan air minim, dilakukan oleh petani melalui budidaya padi lahan kering jenis padi gogo varietas Situbagendit.
Bambang Haryono, Ketua Kelompok Tani Subur Makmur, Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang mengaku, mendapat bantuan dari Dinas Pertanian Provinsi Lampung.
Bantuan benih padi gogo varietas Situbagendit yang dibagikan di wilayah tersebut diakuinya berjumlah sekitar 100 karung benih. Satu karung kemasan benih bersertifikat tersebut berisi masing-masing 5 kilogram dan ditanam untuk sejumlah kelompok tani dengan luas hamparan sekitar 20 hektare.
Benih padi dari CV. Karya Sentosa Makmur tersebut ditanam oleh petani dengan sistem tugal atau membuat lubang memakai kayu di tanah menerapkan pola tanam benih langsung (Tabela).
“Proses penanaman jenis padi gogo sudah dikembangkan oleh petani puluhan tahun silam. Namun terkendala benih. Kini ada bantuan dari pemerintah, kami tanam kembali dengan sistem tugal. Setelah lahan tanah diolah melalui proses mencangkul,” terang Bambang Haryono, saat ditemui Cendana News pada lahan tempat budidaya padi lahan kering miliknya, Senin (26/11/2018).
Sistem budidaya pada lahan kering untuk jenis padi gogo varietas Situbagendit, diakuinya, cukup mudah. Pascapengolahan lahan dengan membersihkan gulma, lalu menggemburkan tanah, benih ditanam pada lubang yang sudah disediakan.
Pada proses awal penanaman benih, dilakukan dengan benih berjumlah 5 hingga 8 benih. Saat benih sudah tumbuh pada usia 30 hari setelah tanam benih yang rumpunnya berlebih, bisa dipindahkan untuk memperbanyak rumpun.
Bambang Haryono menyebut, sebanyak 100 karung kemasan benih dibagikan kepada sejumlah kelompok di Desa Bangunrejo. Kelompok Tani Subur Makmur yang dipimpinnya, merupakan salah satu demontration plot (Demplot) atau lahan percontohan untuk sistem penanaman padi lahan kering tersebut.
Pemilik lahan yang juga menanam jagung tersebut mengaku, keterbatasan benih membuat ia belum bisa menanam padi varietas Situbagendit dalam jumlah banyak.
“Sebagai lahan percontohan, hasil panen pertama akan digunakan untuk bibit. Selanjutnya, seluruh petani di wilayah ini akan bisa menanam jenis padi lahan kering varietas Situbagendit,” beber Bambang Haryono.
Sistem pemanfaatan lahan kering untuk menanam padi, disebut Bambang Haryono, sangat potensial dilakukan di wilayah tersebut. Pasalnya, pada sejumlah wilayah perbukitan, sebagian memiliki lahan cekungan yang berada di dekat sumber air.
Sebagai tanaman lahan kering, varietas padi Situbagendit cukup toleran terhadap kondisi kurang air. Meski demikian, pasokan air tetap diberikan ketika curah hujan tidak turun pada lahan pertanian.
Salah satu kendala yang dihadapi oleh petani, disebut Bambang Haryono, budidaya padi varietas Situbagendit rentan hama burung. Pasalnya, penanaman padi sistem terpencar, membuat hama burung rentan menyerang. Apalagi di wilayah tersebut, petani dominan menanam jagung.
Pengalaman pernah menanam padi varietas serupa secara mandiri, diakuinya, petani terpaksa harus memasang jaring untuk meminimalisir serangan hama burung. Selain itu, pertumbuhan rumput harus pesat diantisipasi memakai sistem besrik atau penyiangan memakai cangkul.

Bejo, petani lain yang memperoleh bantuan padi varietas unggul baru (VUB) untuk lahan kering mengaku, menanam padi di bekas rawa.
Musim hujan yang belum merata, membuat wilayah tersebut masih kekurangan pasokan air. Bantuan padi varietas Situbagendit disebutnya cukup membantu petani.
Petani yang dominan menanam jagung di wilayah tersebut, diakuinya, bisa memanfaatkan sebagian lahan untuk menanam padi. Dengan estimasi per kantong benih sebanyak 5 kilogram menghasilkan 100 kilogram benih. Selanjutnya bisa disediakan secara mandiri.
“Padi lahan kering cocok dibudidayakan di wilayah ini, terutama di lahan berpasir yang ada di cekungan. Selain subur, tanaman padi juga tidak terlalu butuh air banyak,” beber Bejo.
Pada tahap percontohan, tanaman padi varietas Situbagendit yang ditanam memiliki usia 25 hari setelah tanam (HST). Padi varietas Situbagendit diakuinya memiliki usia 100 hari untuk bisa dipanen persis seperti varietas Ciherang pada sawah basah.
Kelebihan padi lahan kering, petani tidak perlu khawatir kekurangan air karena dengan curah hujan terbatas padi tersebut masih bisa tumbuh. Ketersediaan sumur bor bahkan masih bisa dipergunakan untuk menyiram padi lahan kering pada saat dibutuhkan.