Masyarakat Lebak Pahami Cara Pencegahan DB

Fogging, salah satu upaya mencegah DBD, -Dok: CDN

LEBAK – Masyarakat di Kabupaten Lebak, Banten, diklaim sudah memahami dengan baik cara pencegahan dan penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal tersebut membuat, jumlah kasus DBD di lebak tahun ini mengalami penurunan signifikan.

“Kita mengapresiasi menurunnya penderita DBD, dan terakhir ditemukan tiga kasus pada pertengahan November 2018 ini,” kata Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Lebak, dr Firman Rahmutallah, Jumat (23/11/2018).

Saat ini, jumlah kasus DBD di Lebak, rata-rata tiga kasus per bulan. Pada 2016 jumlah penderita DBD mencapai 850 orang, di mana lima warga tercatat meninggal dunia. “Kami terus mendorong masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan, untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit mematikan itu,” katanya.

Masyarakat Kabupaten Lebak, kini menggalakkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), untuk mencegah penyakit menular. Selain itu, masyarakat secara mandiri menjaga kebersihan lingkungan dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan Gerakan 3M (mengubur, menimbun, dan menguras).

Lingkungan yang tidak bersih, membuat populasi nyamuk penyebab DBD berkembang. “Kami yakin dengan mengoptimalkan Gerakan 3M dan PSN dapat memutus mata rantai penyakit yang mematikan itu,” katanya.

Kepala Puskesmas Kolelet Wetan Rangkasbitung, Hasanah, mengatakan, pihaknya melibatkan petugas Tim Gerak Cepat (TGC), memberikan penyuluhan kepada masyarakat di tiga desa, terkait dengan antisipasi serangan penyakit DBD. Selain itu, pihaknya mendorong partisipasi masyarakat untuk mendukung pencegahan penyakit menular di lingkungan masing-masing. Mereka, rutin melaksanakan gotong-royong menjaga kebersihan lingkungan.

Saat ini, jumlah warga di wilayah tugasnya relatif kecil terserang penyakit menular itu. “Kami terus mendorong TGC, untuk dapat mengoptimalkan pencegahan DBD, melalui kebersihan lingkungan, dan PSN secara optimal guna membunuh jentik-jentik nyamuk DBD,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...