WASIOR – Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, yang telah berlangsung sekitar dua pekan terakhir, mulai teratasi.
“Syukurlah sekarang bensin sudah banyak. Sudah normal, dorang (pengecer) sudah jual di botol-botol jadi aman sudah,” kata Markus B, warga Kampung Maniwak ditemui di Wasior, Kamis.
Sejak Rabu (21/11) tidak tampak lagi antrean warga di pangkalan BBM yang membuka penjualan.
Para pengecer pun sudah kembali menjual BBM jenis premium atau bensin dalam kemasan botol di pinggir jalan sebagaimana biasanya.
Masuknya pasokan BBM sebanyak 260 kiloliter dari Manokwari pada Minggu, 18 November, mampu mengatasi kelangkaan premium yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan. Ines Abidondifu, seorang ibu rumah tangga juga mengaku senang, krisis BBM sudah bisa teratasi. Dia berharap Pemda mencari cara agar kelangkaan BBM tidak terulang.
“Kalau bisa ada (pangkalan/depot) Pertamina di sini supaya kitorang tidak harap dari Manokwari lagi,” ujar Ines.
Kepala Dinas Perindagkop, Ekbertson Karubuy, pada kesempatan sebelumnya mengatakan, langkah yang diambil untuk mengatasi kelangkaan BBM yang kerap terjadi antara lain dengan meminta Pertamina menambah kuota premium bersubsidi.
Menurut Ekber, selama ini alokasi premium bersubsidi yang masuk ke Teluk Wondama masih menggunakan kuota kecamatan atau distrik yakni sebanyak 90 kilo liter per bulan. Karena itu telah dikirim surat bupati untuk meminta penambahan kuota.
“Kami juga kerja sama dengan swasta akan bangun SPBU untuk umum dan SPBU khusus nelayan. Kalau itu sudah ada diharapkan, pasokan BBM ke Wondama dari Manokwari sudah lancar,” kata Ekber.
Sementara soal pangkalan/depo Pertamina sudah pernah diusulkan, namun belum bisa dipenuhi karena berdasarkan survei yang dilakukan, tingkat penggunaan premium di Wondama dikategorikan masih rendah sehingga belum mencapai standar untuk dibuka depo Pertamina. (Ant)