Kelangkaan Semen Hambat Pembangunan Infrastrukur di Sikka 

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Siflan Angi, Anggota DPRD kabupaten Sikka.Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE — Kelangkaan semen yang ada di kabupaten Sikka terutama di gudang-gudang pengusaha besar yang ada di kota Maumere menyebabkan pembangunan tersendat sejak September 2018, termasuk infrastruktur di desa-desa.

“Kami kesulitan melakukan pembangunan rumah, sebab sejak awal September 2018 semen katanya sudah tidak ada di gudang. Kami cek di beberapa toko di Maumere pun tidak ada sampai sekarang,” ujar Dominggus Resi,Kamis (29/11/2018).

Minggus menambahkan, pembangunan jalan rabat di RT tempat tinggalnya pun tersendat dan baru bisa dilaksanakan awal November 2018. Pihaknya pun hanya mendapatkan jatah 100 sak saja merek Bosowa.

“Rakyat kecil seperti kami ini tidak bisa berbuat apa-apa, sebab kami tidak tahu kenapa bisa langka. Mungkin saja ada penimbunan ataukah memang kapal tidak mengangkut semen lagi ke Maumere, sebab pengusaha juga selalu katakan semen sedang kosong di gudang,” tuturnya.

Anggota DPRD Sikka, Siflan Angi menyesalkan tidak adanya langkah yang diambil oleh pemerintah meski semen sudah langka selama 2 bulan. Tentunya ini akan menyebabkan pembangunan berbagai proyek pemerintah terbengkalai.

“Konsumen mengeluhkan kelangkaan semen sejak dua bulan, tetapi saya belum melihat adanya keseriusan pemerintah dalam mengambil langkah untuk mengatasi permasalahan ini,” tuturnya.

Siflan mengakui, dirinya telah menemui agen semen Gresik di Maumere, namun agen tersebut mengatakan bahwa pasokan semen yang didatangkan dari pulau Jawa juga terbatas sebab harganya relatif lebih mahal dibandingkan dengan semen Bosowa yang didatangkan dari Makasar provinsi Sulawesi Selatan.

“Agen semen Bosowa juga mengakui mengalami kesulitan mendatangkan semen ke Maumere karena perubahan pelabuhan angkutan semen dan penggunaan kapal pengangkut,” terangnya.

Kalau dulu pengangkutan bisa dilakukan dengan menggunakan kapal kayu berukuran kecil tetapi saat ini harus menggunakan kapal berukuran besar.

Tim Pengawas dan Pengendalian Stok Harga Kebutuhan Pokok dan Barang Strategis Lainnya di kabupaten Sikka setelah ada pemberitaan mulai melakukan pemantauan ke beberapa gudang dan toko semen di kota Maumere sejak Rabu (28/11/2018) hingga Kamis (29/11/2018).

“Dari kunjungan hari pertama kemarin kami menemukan 10.800 sak semen Bosowa dan dan 27.500 sak semen merek Tiga Roda masuk ke Maumere selama pekan ini,” terang dr. Delly Pasande, asisten pemerintahan Setda Sikka.

Mantan kepala dinas Sosial dan Tenaga Kerja kabupaten Sikka ini mengatakan, meski ada semen yang masuk namun  langsung diambil konsumen sebab semuanya sudah dibayar terlebih dahulu.

“Semen yang didatangkan lumayan banyak, tetapi semuanya sudah dibeli dalam bentuk Delivery Order. Harusnya semen tersebut ada di toko-toko bangunan di kota Maumere tetapi  malah tidak ada stoknya,” ungkapnya.

Semestinya semen yang sudah dibeli itu ada di toko-toko, kata Delly, tetapi kebanyakan malah kosong. Ini yang menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan mendapatkannya.

Dalam tim pemantau terdapat kepala dinas Perindustrian Koperasi dan UKM kabupaten Sikka, Lukman, kepala dinas Polisi Paming Praja dan Pemadam Kebakaran Yosef Benyamin, kepala bagian Ekonomi Serda Sikka Bajo da Cunha, beserta para staf dari dinas terkait lainnya.

Lihat juga...