115 Rumah di Manggarai Barat Rusak Akibat Puting Beliung

Ilustrasi -Dok: CDN

KUPANG — Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) mengatakan bencana angin puting beliung yang melanda Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur menyebabkan 115 rumah dan satu rumah ibadah rusak.

“Berdasarkan pendataan dilakukan BPBD Manggarai Barat ternyata dampak bencana alam angin puting beliung yang melanda Desa Golo Sepang, Minggu (18/11) sangat besar menyebabkan 115 unit rumah rusak,” kata Plt Kepala BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Dominikus Hawan, Rabu (21/11/2018).

Ia mengatakan, BPBD semula menyebutkan hanya 60 unit rumah yang rusak namun setelah dilakukan pendataan langsung ke beberapa lokasi yang ikut terdampak bencana terdapat 115 unit rumah warga rusak terdiri dari 47 unit rumah rusak berat dan 68 rumah rusak ringan.

Selain itu bencana puting beliung juga menyebabkan satu mesjid, satu asrama Koramil Boleng dan dan satu Pos Polisi (Pospol) di Polsek Kecamatan Boleng rusak berat.

Ratusan rumah yang rusak akibat terjangan puting beliung kata Domi, mengalami kerusakan pada bagian atap serta dinding bangunan.

Ia mengatakan, warga Desa Golo Sepang yang terdampak bencana puting beliung masih bertahan di tenda pengungsian yang dibangun BPBD, Kepolisian dan TNI AD karena proses perbaikan rumah masih berlangsung.

“Ada tiga tenda tempat penampungan sementara untuk korban puting beliung di Desa Golo Sepang,” tegas Domi.

Ia mengatakan, masyarakat Desa Golo Sepang bersama unsur TNI dan Kepolisian mulai bergotong royong memperbaiki rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan.

“Kami menyalurkan bantuan 1000 lembar seng serta sejumlah bahan bangunan lainnya untuk membantu pembangunan rumah warga yang mengalami kerusakan itu. Proses perbaikan dilakukan bergotong royong melibatkan warga dan aparat keamanan,” tegas Domi.

Ia menambahkan, Pemkab Manggarai Barat selain memberikan bantuan bahan bangunan juga telah menyalurkan bantuan empat ton beras untuk kebutuhan konsumsi warga yang terdampak bencana alam yang pertama kali terjadi di daerah itu. [Ant]

Lihat juga...