Unej Gelar Sekolah Desa 4.0. di Bondowoso
Editor: Mahadeva WS
BONDOWOSO – Biasanya kita mengenal simbol 4.0, untuk revolusi industri. Namun di Bondowosi, ada sekolah desa yang digelar dengan simbol 4.0. Simbol itu dipakai, untuk mengajak para kepala desa berinovasi, mewujudkan smart branding dan kluster unggulan desa.
Sebanyak 163 desa di Bondowoso mengikuti Sekolah Desa yang dilaksanakan dua hari oleh Unej di Bondowoso. Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin, mengapresiasi kegiatan dari Universitas Jember (Unej), dengan Sekolah Desa 4.0. Keberadaan Unej di Bondowoso, memberikan sentuhan tehadap pembangunan semakin kuat. “Selama ini pemerintah telah menetapkan desa sebagai pusat-pusat pertumbuhan, ini sebagai nawa cita pemerintahan Jokowi-JK, yakni membangun desa dari pinggiran,” kata Salwa, Kamis (25/10/2018).
Pemkab Bondowoso menilai, Sekolah Desa 4.0, harus didukung. Sebab, semangat dari kegiatan tersebut adalah, meningkatkan SDM pemerintah desa, untuk bisa mengimbangi kemajuan pembangunan nasional. Selama ini, masih banyak persoalan yang muncul di dalam penyelenggaan pemerintah desa, seperti konsistensi pelaksanaan program.
Dari amatannya, ketika ada mahasiswa KKN yang diterjunkan ke desa, progam berjalan. Namun kondisi berbeda ketika para mahasiswa ditarik dari lokasi KKN. “Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, namun ketika pemimpinnya inovatif, maka bebagai hal ini bisa ditekan,” terangnya.

Rektor Unej, Moh Hasan, mengatakan, selama ini ada program Univesitas Membangun Desa dari Unej. Program itu lantas menfokuskan KKN ke desa, untuk turut serta membangun desa. Begitu juga dengan Sekolah Desa 4.0, yang diharapkan bisa membantu kepala desa mengimbangi pelaksanaan pembangunan. “Pemerintah desa bisa mengikuti teknologi,” paparnya.
Selama ini, telah dilakukan sampling di beberapa desa, yang didampingi oleh Unej, dan hasilnya sangat bagus. Salah satu contoh yang dihasilkan adalah, inovasi publikasi. Desa memiliki website, desa memiliki Petugas Pengelola Informasi Desa (PPID), yang akhirnya bisa mengenalkan desa ke ranah global.
Sekolah Desa 4.0 diharapkan, bisa meningkatkan kemampuan kepala desa menguasai tekologi. Sehingga desa yang dipimpin bisa lebih dikenal.