Sejumlah Pelaku UMKM di Balikpapan Terima Bantuan Modal

Editor: Koko Triarko

GM Bandara SAMS Balikpapan, Farid Indra Nugraha, saat penyerahan bantuan program kemitraan kepada UMKM setempat. –Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN – Guna mendongkrak pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah di Kota Balikpapan, PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, memberikan bantuan modal usaha melalui program kemitraan.
Setidaknya ada 24 UMKM menerima bantuan modal usaha dari Kantor Angkasa Pura I Balikpapan. UMKM yang menerima bantuan modal usaha tersebut terdiri dari sektor usaha perdagangan, industri, dan olahan makanan.
“Bantuan modal ini bagian dari kepedulian Angkasa Pura I sebagai usaha BUMN untuk menggerakan ekonomi UMKM. Dan, di momentum hari Sumpah Pemuda ini, dengan bantuan permodalan dapat menjadi engine penggerak ekonomi di kota Balikpapan,” jelas GM Bandara SAMS Balikpapan, Farid Indra Nugraha, saat penyerahan bantuan modal usaha, Senin (29/10/2018).
Ia menginginkan, dengan bantuan modal usaha ini dapat membantu pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya. Penyaluran bantuan ini merupakan bantuan kemitraan tahap kedua. Bantuan usaha telah tersalurkan Rp2,2 miliar lebih, yaitu pada tahap pertama sebesar Rp550 juta, dan tahap kedua Rp1,6 miliar.
Kepala Dinas UMKM, Koperasi dan Perindustrian Kota Balikpapan, Doortje Marpaung, mengapresiasi bantuan modal yang diberikan, karena menjadi energi bagi UMKM untuk mengembangkan usahanya.
“Perkembangan UMKM di Balikpapan, cukup baik. Sejumlah usaha kecil saat ini juga dapat berprestasi di kancah Internasional. Gunakan modal usaha ini dengan baik untuk mengembangkan usahanya,” kata Doortje.
Ia juga menyampaikan kepada pelaku usaha yang hadir, agar dapat mengolah makanan, karena dari pelaku usaha yang ada lebih dominan pada sektor perdagangan dan industri.
“Banyak olahan produksi laut kita yang bisa diolah, seperti rumput laut dan lainnya. Kemudian buah Elai yang banyak di kota kita, bisa jadi bahan pertimbangan untuk diolah. Apalagi, tahun depan kita fokus pada ekonomi kreatif,” imbuhnya.
Sementara itu, seorang penerima bantuan modal usaha, Wagiati, menyampaikan rasa syukurnya dengan adanya bantuan tersebut. Sehingga dapat menambah modal dalam usahanya. Usaha Amplang digelutinya sejak lima tahun terakhir itu, diharapkan dapat lebih maju lagi.
“Pada bantuan modal usahan ini, saya mendapatkan modal usaha Rp75 juta, dan ini pertama kalinya. Usaha amplang saya setiap bulan bisa memproduksi lebih 75 kilogram dengan bahan ikan laut,” sebut Wagiati.
Dia berharap, dengan bantuan modal usaha tersebut bisa mengembangkan usahanya lebih maju, karena kini produksi amplang sudah dijual di pasar Kebun Sayur yang menjadi pusat oleh-oleh di Kota Balikpapan, dan beberapa toko oleh-olehnya.
Lihat juga...