Perbaikan Jalur TdS 2018 Ditargetkan Rampung Sebelum Start
Editor: Mahadeva WS
PADANG – Pemprov Sumatera Barat (Sumbar), lakukan perbaikan jalan yang akan dijadikan jalur etape balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2018. Ditargetkan perbaikan jalan tersebut akan selesai dilakukan, sebelum start TdS 2018, 3 November mendatang.
“Kalau jalan, saat ini kesiapan untuk dilalui pebalap sudah mencapai 95 persen. Meskipun masih ada beberapa jalan yang perlu perbaikan seperti di Solok Selatan. Untuk itu, kita minta enam hari sebelum penyelengaraan TdS perbaikan jalan di Solok Selatan sudah selesai, untuk kelancaran pebalap,” ujar Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, saat rapat finalisasi TdS 2018, Kamis (25/10/2018).
Selain persoalan kesiapan perbaikan jalan di Solok Selatan. Wagub juga meminta daerah yang dilalui TdS, menyiapkan petugas di jalan-jalan yang akan dilalui pebalap. “Untuk daerah lain yang menjadi penyelengara pasti akan menyiapkan secara matang. Namun, daerah yang tidak ikut serta, tetapi dilalui pebalap seperti Padang Pariaman. Bahkan sampai empat kali dilewati pebalap, kita juga meminta untuk memfasilitasi pengamanan dan kelancaran jalan dengan menyiagakan stakeholder terkait,” tandasnya.
Untuk kelancaran, Pemprov Sumbar, juga akan berkoordinasi dengan PT KAI. Ada sejumlah pintu perlintasan rel kereta yang akan dilalui pebalap. “Untuk itu, kita akan menyurati pihak KAI. Sehingga, saat pebalap melalui rel kereta api agar dapat memberikan jalan dahulu kepada pebalap dengan menghentikan kereta terlebih dahulu. Ini agar tidak terjadi kecelakaan,” tandasnya.
Nasrul juga mengintruksikan, penutupan jalan yang akan dilalui TdS, saat akan dilewati pebalap. Hal tersebut agar masyarakat tidak resah karena sistem buka tutup jalan. “Ini yang kita harapkan. Jangan sampai masyarakat resah, karena lama menunggu dijalan, karena ketika pebalap lewat jalan pasti ditutup. Maka, waktu mesti diperhitungkan sebaik mungkin dengan waktu tutup jalan,” terangnya.
Agar TdS 2018 lebih meriah, dari pada penyelengaraan tahun-tahun sebelumnya, perlu kreativitas daerah untuk mengaet penonton, agar mau menyaksikan pebalap saat melintasi daerahnya. Persiapan lainnya, untuk tempat Grand Start di Bukittinggi, persiapannya telah mencapai 100 persen.
Persoalan yang ditemukan, untuk Kabupaten Padang Pariaman, yang tidak ikut menjadi tuan rumah, pada penyelenggaraan kail ini di lalui empat kali etape. “Hal ini perlu dikoordinasikan dengan Pemkab Padang Pariaman supaya ada pengamanan yang diberikan,” tegasnya.
Terkait tim, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian, menjelaskan, jumlah tim peserta TdS 2018, tidak jauh berbeda dengan TdS 2017. Ada 26 negara dengan 20 tim, dan ada tim dari Sumbar, yang terdiri dari enam orang pebalap, yang menjadi peserta TdS.
Staf Ahli Menpar Bidang Multikultural, Esthy Reko Astuti, mengungkapkan, bahwa pergelaran tahunan TdS telah masuk dalam top 100 event di Indonesia. Bahkan, sejak Kementerian Pariwisata membuat calender of event 2017, TdS selalu masuk kedalam rangkaian acara yang dipublikasikan.
“Apalagi, ajang TdS, selalu mengenalkan konten budaya dan kuliner lokal. Untuk itu, kami harapkan ajang ini dapat terus dipertahankan, terutama dari segi ekonomi daerah juga berdampak positif bagi daerahnya,” pungkasnya.
TdS 2018, akan dihelat dari tiga hingga 11 November 2018. Ada 16 kabupaten dan kota di Sumatera Barat, yang akan dilalui oleh delapan etape balapan.