Jepang Nilai Indonesia-Saudi Miliki Potensi Kerja Sama Investasi
JAKARTA — Pemerintah Jepang menilai Indonesia dan Arab Saudi, dua negara yang memegang peranan penting dalam komunitas global, memiliki potensi kerja sama investasi besar untuk dikembangkan.
Kedua negara memiliki beberapa persamaan, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, sama-sama anggota G20, dan punya kekayaan sumber daya alam.
“Dengan kesamaan latar belakang itu, saya percaya Arab Saudi dapat menikmati begitu banyak peluang investasi di Indonesia,” kata Economic Minister Kedubes Jepang untuk Indonesia, Miyashita, dalam sebuah simposium yang diadakan Kantor Urusan Presiden untuk Timur Tengah dan OKI di Jakarta, Selasa (30/10/2018).
Simposium tersebut diselenggarakan sebagai upaya pemerintah Indonesia menarik investasi Arab Saudi melalui kemitraan dengan tiga negara Asia Timur yakni Jepang, China, dan Korea Selatan.
Dengan populasi 260 juta jiwa dan PDB per kapita yang diperkirakan mencapai 20 ribu dolar AS pada 2045, Indonesia memiliki prospek ekonomi cerah yang akan membuat banyak negara di dunia memperhatikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi di Asia dengan pertumbuhan relatif stabil.
Namun, Indonesia perlu menciptakan iklim investasi yang lebih baik untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, sebuah upaya yang dibantu Jepang melalui skema bantuan pembangunan resmi (ODA) maupun swasta.
Jepang sedang mempertimbangkan pinjaman ODA langsung kepada BUMN Indonesia untuk proyek pembangunan jalan tol Trans-Sumatera, menyusul konstruksi Pelabuhan Patimban yang saat ini dibangun dengan investasi dari Jepang.
Sementara perusahaan-perusahaan Jepang juga berkontribusi untuk membangun fasilitas publik seperti pembangkit listrik di Indonesia.
“Proyek-proyek hasil kerja sama dengan Jepang ini bisa menjadi contoh yang dapat dipertimbangkan Arab Saudi untuk berinvestasi dan membantu pembiayaan proyek-proyek menjanjikan di Indonesia,” kata Miyashita.
Indonesia, ia melanjutkan, unggul secara geografis karena lokasinya di tengah Indo-Pasifik yang dianggap sebagai pusat pertumbuhan abad ke-21. Lokasi strategis ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan peluang bisnis bagi Indonesia.
Saat ini, lebih dari 1.900 perusahaan Jepang beroperasi di Indonesia yang diantaranya adalah produsen automobil dan elektronik yang sudah mengekspor produknya ke Timur Tengah.
Ekspor automobil perusahaan Jepang di Indonesia ke Arab Saudi senilai 460 juta dolar AS, dan baru-baru ini perusahaan elektronik Jepang mengembangkan lemari es dengan sertifikasi halal yang saat ini menunjukkan penjualan baik di Indonesia.
Dengan cara ini, perusahaan-perusahaan Jepang yang ingin memperluas investasi mereka di negara-negara Muslim termasuk Arab Saudi, memandang Indonesia sebagai basis industri dan produksi yang penting dan strategis.
Jepang menyambut baik inisiatif kerja sama trilateral dengan Indonesia dan Arab Saudi dalam bidang investasi.
Jepang, sebagai negara yang terbilang sukses menjalin kerja sama baik dengan Indonesia dan Arab Saudi, siap “meminjamkan tangan” untuk mempromosikan investasi antara Indonesia dan Arab Saudi. (Ant)