Gandeng ITS, Pemkab Sidaorjo Kembangkan Intako

Ilustrasi - Dokumentasi CDN

SIDOARJO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Jawa Timur menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk mengembangkan Industri Tas dan Koper (Intako) yang ada di kabupaten setempat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Sidoarjo, Fenny Apridawati mengatakan, pengembangan yang dilakukan itu untuk mengubah ulang Intako dengan tujuan mendongkrak kunjungan wisatawan ke tempat itu.

“Dalam kegiatan mengubah ini, awalnya ITS melakukan survei ke pengunjung Intako untuk mendengar langsung masukan dari wisatawan. Hasilnya, pembeli menyarankan kawasan tersebut ditata ulang karena tidak diminati anak-anak muda,” katanya di sela kegiatan Mural di lokasi tersebut, Sabtu (27/10/2018).

Menurutnya, salah satu faktor mengapa Intako tidak diminati anak muda yaitu karena gedung ruang pamer masih belum ada renovasi. Oleh karena itu, pihaknya mulai melakukan perombakan supaya dibenahi dan dipercantik.

“Atap bangunan yang sudah keropos diganti dan jnterior bangunan, dinding dihias mural. Kami melibatkan 700 peserta mulai dari warga hingga mahasiswa untuk melukis mural,” katanya.

Ia menjelaskan, lukisan mural memang sengaja dipilih karena memberikan kesan menarik serta bisa digunakan sebagai salah satu lokasi berswafoto yang saat ini banyak digemari anak muda.

“Tidak hanya melakukan perombakan bagian gedung Intako saja, karena kami akan melebarkan jalan menuju Intako terutama untuk jalur pejalan kaki supaya mereka bisa nyaman saat berkunjung,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jurusan Desain Interior Fakultas Arsitektur, Desain, dan Perencanaan ITS Anggra Ayu Rucitra mengatakan, Intako membutuhkan tempat pagelaran budaya.

“Nah, tempat pagelaran itu dibangun di lapangan Desa Kedensari menyerupai panggung teater. Sehingga bisa menarik anak-anak muda berkunjung ke Intako,” ujarnya.

Dari data yang ada saat ini Sentra industri kecil menengah di wilayah Tanggulangin memiliki 410 unit usaha dan mampu menyerap tenaga kerja kurang lebih 2.500 orang. dari jumlah unit usaha tersebut 276 tercatat sebagai anggota Koperasi Intako.

Pada 2017, Koperasi Intako mencatatkan omset sebesar Rp7,2 miliar per tahun dengan rata-rata omset Rp600 juta per bulan. [Ant]

Lihat juga...