Evakuasi Korban Jadi Prioritas Utama Penanganan Bencana Palu
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
JAKARTA — Melanjutkan evakuasi terhadap korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah menjadi salah satu dari enam prioritas. Pemerintah juga tengah mendatangkan alat berat untuk mendukung proses pencarian dan penyelamatan korban.
“Saat ini sudah ada beberapa alat berat untuk evakuasi Kota Palu dan alat berat tambahan akan didatangkan dari Mamuju, Gorontalo, Poso Balikpapan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (1/10/2018).
Prioritas kedua yakni pemakaman jenazah yang sudah diidentifikasi dan saat ini ada di Rumah Sakit. 1.000 kantong mayat hingga kuburan massal sudah disiapkan di TPU Paboya Kota Palu.
“Penggalian sudah dilakukan dan prosesi pemakaman sesuai dengan yang lazim dilakukan,” ujarnya.
Prioritas ketiga, sebut Sutopo, percepatan pemulihan jaringan listrik. Saat ini 216 personel PLN masih memperbaiki Gardu Induk dan jaringan. Tidak hanya itu, delapan genset PLN juga telah diterbangkan dengan pesawar Hercules TNI AU pagi tadi untuk disebar di Pokso Palu dan Donggala.
Selanjutnya yang keempat, adalah percepatan pengadaan BBM, terutama untuk genset rumah sakit dan operator seluler. Kelima, distribusi logistik untuk pengungsi yang saat ini mulai berdatangan dengan diangkut dengan pesawat Hercules TNI AU dan jalur darat.
“Yang keenam adalah percepatan jaringan komunikasi,” terang Sutopo.
Sementara itu, untuk evakuasi 114 orang warga negara asing (WNA) dari Palu dan Donggala pihaknya terus berhubungan dengan Kementerian Luar Negeri sebagai koordinator.
“Satu WNA asal Singapura sudah dievakuasi ke Jakarta. Satu dari dua WNA asal Belgia sudah dievakuasi ke Jakarta, satu orang masih belum diketahui keberadaannya,” tambahnya.
Selanjutnya, 1 WNA asal Korea Selatan, kondisi belum diketahui (diduga posisi di Hotel Roa Roa di Palu yang runtuh karena gempa); 6 WNA asal Perancis, kondisi belum diketahui; 1 WNA asal Spanyol, sekarang sudah berada di Ternate; 3 WNA asal Malaysia, 1 berada di bandara, 1 di Rumah Sakit, dan 1 di Poso; 10 WNA asal Vietnam saat ini berada di posko Bandara Mutiara Palu dalam kondisi aman dan 32 WNA asal Thailand di Palu; 15 Orang ada di Bandara dan 17 menunggu evakuasi di IAIN.
Sementara itu, ada 21 WNA asal Tiongkok di Hotel Best Western Palu dalam kondisi aman; 7 WNA asal Sri Lanka, dalam keadaan aman, sudah dapat dihubungi oleh Kedutaannya; 9 WNA asal Belanda dalam kondisi aman di Prince John Dive Resort – Donggala; dan 20 WNA asal Jerman, 2 orang di Bandara, 1 orang sudah aman, 17 orang dalam kondisi aman di Prince John Dive Resort – Donggala; serta 1 WNA asal Swiss, kondisi aman di Prince John Dive Resort – Donggala.