DKI-Warsawa Bahas Kerja Sama Pengolahan Limbah

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Gubernur DKI, Anies Baswedan, mengatakan hasil pertemuan dengan Kedutaan Besar Polandia, membahas potensi dan peluang kerja sama mengenai sektor waste management atau manajemen pengelolaan limbah atau sampah, energi, ketenagakerjaan serta investasi di Jakarta.
Dia pun menyambut baik berbagai peluang kerja sama yang hendak dibangun oleh Jakarta dan Warsawa, Ibu Kota Polandia. Dengan adanya kerja sama itu, dia berharap masalah-masalah yang ada di Jakarta bisa terselesaikan dengan baik, lewat kerja sama dengan berbagai negara itu, termasuk dengan Polandia mengenai pembangunan Intemediate Treatment Facility (ITF) Sunter, Jakarta Utara.
“Pertemuan awal untuk mengeksplor potensi-potensi kerja sama investasi di DKI Jakarta di berbagai sektor. Jakarta menyambut baik, pada fase ini, kami baru fase perkenalan. Tetapi, kami di Pemprov DKI Jakarta sekarang sedang me-review rencana pembangunan ITF di beberapa tempat di Jakarta,” kata Anies, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2018).
Dengan adanya kerja sama ini, Pemprov DKI menyambut baik. Nantinya dia ingin meningkatkan lapangan pekerjaan dan masalah yang ada di Ibu Kota bisa terselesaikan.
“Kami Pemprov DKI Jakarta, menyambut baik dan kami ingin, agar lapangan pekerjaan meningkat. Masalah yang ada di Jakarta, bisa terselesaikan lewat kerja sama dengan berbagai negara, termasuk Polandia,” ungkapnya.
Terkait kerja sama pengelolaan sampah, Anies menjelaskan, bahwa hari ini hanya tahap pengenalan. Nantinya, jika kerja sama ini terwujud akan diserahkan pengelolaannya kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) JakPro.
“Ini baru fase pengenalan. Akan kami serahkan ke BUMD dalam hal ini JakPro nantinya,” ucapnya.
Sementara, Duta Besar RI untuk Polandia, Peter F. Gontha, mengatakan bahwa delegasi pengusaha Polandia berkunjung ke Indonesia dalam rangka menghadiri pertemuan bisnis di tiga kota besar di Indonesia (Jakarta, Tangerang dan Bali). Ada pun berbagai peluang kerja sama, antara lain di dalam bidang pengelolaan sampah, pengelolaan air minum, pendidikan, perhotelan dan ketenagakerjaan.
“Hari ini kami (datang) dalam rangka mengunjungi Trip Expo Indonesia yang (salah satunya) ada di JIExpo (Jakarta). Kami menyempatkan diri untuk datang menyampaikan beberapa kemungkinan yang dapat dikerjasamakan antara Polandia dan DKI Jakarta. Dalam hal ini, ada beberapa perusahaan yang bergerak dalam pengolahan sampah Biomes, juga IT sampah,” tandasnya.
KBRI Warsawa pun menyambut positif dan berharap, pertemuan dengan Jakarta ini menjadi langkah konkrit untuk membuka dan memperkuat berbagai bentuk kerja sama yang dapat dijalin oleh Pengusaha Polandia dengan Jakarta di berbagai bidang. Untuk itu, muncul inisiatif untuk membangun sister city antara Jakarta dengan Warsawa.
Selain itu, Polandia membutuhkan setidaknya 20 ribu tenaga kerja. Ini menjadi peluang bagi tenaga kerja Indonesia, untuk bekerja di sana. Peter menjelaskan, tenaga kerja yang dibutuhkan, tentunya bukan pembantu rumah tangga. Karena itu, dia menemui Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.
“Polandia ingin mendapatkan 20 ribu tenaga kerja untuk Polandia dari Indonesia, khususnya dari DKI Jakarta. Tentu, bidangnya bukan pembantu rumah tangga,” kata Peter, di Balai Kota, Kamis 25 Oktober 2018.
Bukan hanya itu, Peter menjelaskan, Polandia terus membutuhkan pemain sepak bola andal. Nantinya, akan digembleng di klinik sepak bola di sana. Polandia juga mengharapkan dikirimkannya pemain andal, akan digembleng di klinik sepak bola tahun depan di musim panas.
Diakui Peter, soal taraf pendidikan pun sudah sangat tinggi di Polandia. Karenanya, perlu kerja sama dengan DKI Jakarta dalam berbagai bidang.
“Kami menyempatkan diri datang ke sini, ingin menyampaikan kepada bapak gubernur. Sekiranya, ada hal yang bisa dilakukan kerja sama dengan Polandia,” tutupnya.
Lihat juga...