Desa di Serdang Bedagai Diminta Ciptakan Inovasi

Ilustrasi - Aktivitas perajin - Dok: CDN

SEIRAMPAH – Desa-desa di Kabupaten Serdang Bedagai diharapkan mampu melahirkan program inovatif yang dapat memanfaatkan potensi desa dengan sebaiknya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk mengurus desa, inovasi dan kreasi menjadi sangat penting disamping kewajiban mengelola dana desa sesuai aturan yang berlaku,” kata Bupati Serdang Bedagai, Soekirman di Seirampah, Senin.

Ia mengatakan, inovasi desa harus ada pendampingnya, karena pengalaman saja tidak cukup, untuk menerapkan dan menjalankannya diperlukan pendampingan teknis. Seperti contoh desa-desa yang telah inovatif misalnya suatu desa di Kediri, Jawa Timur, yang mendapat julukan “Desa Bahasa Inggris” yang awalnya hanya desa terpencil kurang dikenal sebagai tujuan wisata.

Namun seiring adanya inovasi membuka 150 kursus bahasa Inggris di desa tersebut, yang tentunya awalnya terasa kurang masuk akal mengingat desa tersebut mayoritas berbahasa Jawa.

Namun saat ini dampaknya semua orang di desa tersebut telah menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi dalam kesehariannya. Hasilnya sekarang desa tersebut menjadi tujuan wisata belajar bahasa Inggris dari wisatawan dari seluruh Indonesia yang menjual paket wisata kursus bahasa Inggris dengan sensasi masyarakat berkomunikasi aktif menggunakan bahasa Inggris.

“Saya merasa seperti itulah yang disebut inovasi, dari tidak ada menjadi ada, dari modal kecil namun dengan kemauan keras, maka hasil yang dicapai sungguh luar biasa,” katanya.

Untuk itu, ia mengajak semua masyarakat untuk berkhayal tinggi dalam arti positif guna menciptakan inovasi-inovasi yang pada akhirnya akan sangat berdampak pada kesejahteraan masyarakat di desa itu sendiri.

“Kita saat ini memiliki berbagai usaha inovatif yang bernilai ekonomi baik, namun kurangnya inovator yang menginisiasi semuanya sehingga kurang terkelola dengan baik dan sesuai harapan desa yang inovatif,” katanya.

Ia mengatakan, Serdang Bedagai memiliki banyak potensi, hanya tinggal butuh komitmen masyarakat serta inovator agar dapat mengemas semuanya dalam bentuk yang menarik. Ekonomi kreatif harus bisa masuk dari segala lini yang potensial misalnya musik, pariwisata, UMKM, jasa, kuliner serta lainnya.

“Biarlah semua daerah di Sumut belum inovatif, yang penting kita duluan menjadi daerah yang memiliki desa inovatif, hal yang bukan hanya mimpi, namun saya optimis dapat kita wujudkan,” katanya. (Ant)

Lihat juga...