Damandiri Hadirkan Kembali Senyum Sehat Puluhan Warga Samiran
Editor: Mahadeva WS
SOLO – Yayasan Damandiri terus berupaya mewujudkan peningkatan kesejahteraan warga Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Yayasan yang didirikan oleh HM Soeharto ini telah menyentuh berbagai aspek kehidupan yang dibutuhkan masyarakat di daerah itu.
Tidak hanya menyulap rumah yang awalnya tidak layak huni menjadi penginapan yang bagus, namun juga pendampingan dan pemberian bantuan modal usaha. Hal demikian telah membuat warga desa setempat yang semula hanya bertani dan buruh lepas, memiliki usaha baru di bidang pariwisata, dengan memanfaatkan potensi setempat, yakni wisata alam Gunung Merapi dan Merbabu.
Kini, giliran aspek di bidang kesehatan digarap oleh Yayasan Damandiri. Bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Boyolali, Alumni Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (PSMKGI) serta Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Yayasan Damandiri melakukan pemeriksaan gigi dan pemasangan gigi palsu, gratis.

“Saat ini, kami melayani sekitar 25 warga untuk pemasangan gigi secara gratis. Khususnya warga yang berada di Samiran,” kata dr. Yudi, Ketua Penyelenggara Bakti Sosial yang diselenggarakan di Warung Damandiri, Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (13/10/2018).
Bakti Sosial pemasangan gigi palsu bagi warga tersebut, merupakan inisiatif dari Yayasan Damandiri, yang sebelumnya mengetahui banyak warga Samiran yang ompong, atau tidak lagi memiliki gigi. Warga yang bergigi ompong dinilai kurang bagus saat senyum lebar.
“Berawal dari itu, Pak Bob Hasan meminta agar warga yang giginya ompong dibantu pemasangan gigi palsu. Nah, selama tiga hari ini kegiatan bakti sosial ini dilakukan,” kata Yudi.
Bakti sosial yang didukung sepenuhnya oleh Yayasan Damandiri tersebut, meliputi bedah mulut, konservasi, periodonsi dan prostodonsi. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (12-14/10/2018), dan banyak warga yang hadir ingin memasang gigi palsu secara keseluruhan.
Rata-rata, warga desa setempat saat ini ompong lebih dari separuh, bahkan ada banyak yang semua giginya sudah habis. “Ada yang dicabut tiga, empat. Nah, setelah dicabut ini selanjutnya diproses untuk pencetakan gigi palsu. Sehingga ada warga yang membutuhkan waktu lama untuk bisa memasang semua gigi palsu. Pemasangan gigi palsu juga sudah mulai dikerjakan hari pertama kemarin dan berakhir minggu besok,” imbuhnya.
