LAMPUNG – Meletakkan dasar ilmu agama, tidak harus dilakukan di sekolah formal. Namun, juga bisa dilakukan melalui Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan bisa dilakukan sejak dini. Hal tersebut dikatakan, Markum (39) guru mengaji di Dusun Sumbersari, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan.
Markum mengajar sekitar 50 anak dari sejumlah dusun di desanya, di Taman Pendidikan Alquran (TPA) Al Istiqomah. TPA tersebut sudah berdiri sejak belasan tahun silam, berangkat dari kepeduliannya akan pendidikan dasar keagamaan Islam bagi anak-anak.
Ia menyebut, awalnya anak-anak usia PAUD, TK hingga SD menghabiskan waktu saat sore hari dengan bermain atau menggembalakan ternak. Bersama pengurus masjid Al Istiqomah, Markum yang lulusan sebuah pesantren di salah satu kota di Pulau Jawa, lalu meminta izin untuk membentuk TPA.
Awalnya, siswa TPA hanya belasan anak, merupakan anak-anak yang tinggal di dekat masjid. Memasuki dua tahun, jumlah siswa TPA yang berdiri pada 2008 mencapai lebih dari 40 anak, dan kini sudah 50 anak.
Kesadaran para orang tua mendorong anak untuk belajar di TPA Al Istiqomah, diakui Markum membuat jumlah siswanya bertambah. Sejumlah anak dari dusun lain yang terpaksa berangkat dengan jalan kaki, naik sepeda serta diantar orang tua dengan motor, membuat TPA Al Istiqomah semakin memiliki banyak murid.
Sejumlah guru pengajar, bahkan dengan sukarela mulai terlibat, termasuk sang istri, Nur Hidayati (36), dan tiga guru mengaji lainnya dengan jadwal mengajar bergilir.
