Seniman di Solo, Ubah Serbuk Kayu Jadi Lukisan Unik

Editor: Mahadeva WS

SOLO – Siapa menyangka, jika serbuk kayu bisa diubah menjadi sebuah kerajinan bernilai ekonomis tinggi. Di tangan orang yang terampil, serbuk kayu yang umumnya hanya menjadi kayu bakar, bisa dimanfaatkan sebagai media lukis. 

Sutrisno, salah satu seniman asal Solo, Jawa Tengah, memilih menyalurkan hobi melukisnya tidak menggunakan media cat dan kanvas. Pria 46 tahun tersebut, lebih memilih memanfaatkan limbah kayu berupa serbuk kayu, sebagai media lukis. Hasilnya, karya lukis milik Sutrisno sangat unik.

“Banyak yang mengira kalau limbah gergaji (serbuk kayu) tidak bisa dimanfaatkan. Biasanya hanya digunakan kayu bakar untuk batu bata atau genting. Dari itu saya mulai coba-coba saya jadikan media lukis,” tutur pria yang akrab disapa Pak Trisno, Selasa (18/09/2018).

Pak Tresno tengah menyelesaikan pembuatan lukisan yang menggunakan serbuk kayu sebagai mediannya.- Foto Harun Alrosid

Pak Trisno banyak mengeksplor media terbuang tersebut. Hasilnya cukup lumayan, sederet lukisan berbahan serbuk kayu terlihat unik dan menarik di studionya. Bahkan, jika dilihat sekilas, tidak menyangka jika lukisan-lukisan hasil kreatifnya tersebut berbahan serbuk kayu.

Diawal proses pembuatan lukisan serbuk kayu, banyak orang yang meragukannya. Tak hanya hasilnya, namun serbuk kayu yang dijadikan media lukis dinilai mudah berjamur, sehingga justru akan merusak karya-karyanya. “Tapi setelah saya buktikan, ternyata tidak. Lukisan dari serbuk kayu tidak mudah berjamur,” ungkap warga Nayu Timur, Nusakan, Solo tersebut.

Pada awalnya, tidak mudah untuk bisa meyakinkan pelanggan, yang sebelumnya banyak menyukai lukisan dari cat dan kanvas. Namun secara lambat laun, hasil kreativitas yang unik dan menarik dari tangan dingin Pak Trisno, mampu menyakinkan para penyuka lukisan.

Untuk bisa menyelesaikan satu karyanya, pria lulusan Desain Komunikasi dan Visual (Deskomvis) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Lukisan ukuran sedang dan kecil, membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk bisa mendapatkan karya yang maksimal. “Tapi kalau ukuran besar bisa sampai sebulan. Tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya,” tambah pria yang mengaku sudah menjalani profesinya sejak 2006 silam.

Pembuatan lukis dilakukan Pak Trisno tidak hanya menempelkan serbuk kayu. Dirinya juga menambahkan gradasi warna, agar lukisan terlihat lebih indah dan hidup. Satu buah lukisan karya Pak Trisno dibandrol dengan harga Rp 50.000 hingga Rp1 juta. “Harga juga sesuai dengan ukuran dan tingkat kesulitan pengerjaanya,” pungkasnya.

Lihat juga...