Kulon Progo Gencarkan Promosi Investasi Sejumlah Kawasan
KULON PROGO — Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggencarkan promosi potensi investasi kawasan aerotropolis, kawasan bandara, kawasan industri, dan wisata Bukit Menoreh, kepada investor dalam negeri dan luar negeri.
Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulon Progo, Robi Ampera, mengatakan fokus promosi investasi dalam negeri ditekankan pada investasi aerotropolis kawasan bandara dan kawasan industri, sedangkan promosi investasi ke luar negeri ditekankan pada investasi pariwisata.
“Kami di DPMPT fokus promosi investasi dalam negeri, sedangkan pemkab promosi ke luar negeri,” kata Robi, di Kulon Progo, Yogyakarta, Senin (3/9/2018).
Ia mengatakan promosi investasi dalam negeri difokuskan pada kawasan aerotropolis pembangunan proyek New Yogyakarta International Airport. Potensi lokasi dengan adanya bandara akan dikembangkan aerotropolis yang radiusnya 15 kilometer.
Menurut dia, teori radius kawasan aerotropolis jaraknya 30 kali lipat dari landasan pacu pesawat atau 3,5 km, sehingga kawasan aerotropolis radiusnya hingga 15 km.
“Rencananya, kawasan aerotropolis akan diprioritaskan untuk ekonomi kreatif,” katanya.
Kepala Seksi Fasilitasi dan Pengembangan Penanaman Modal DPMPT Kulon Progo, Saryanto, mengatakan ada 30 investor yang masuk untuk mengembangkan kawasan aerotropolis. Sebagian investor sudah ada yang mulai tahapan pembangunan dan selesai melakukan pembebasan lahan.
“Investor yang masuk mulai dari pembangunan hotel hingga rest area. Saat ini, sudah melalukan proses perizinan dan mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB),” katanya.
Ia mengatakan ada juga beberapa investor yang akan membangun di kawasan bandara bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Proses kerja sama sudah dalam proses pembahasan. Mayoritas investor yang akan mengembangkan usaha di Kulon Progo merupakan investor dalam negeri,” katanya. (Ant)