Genjot Produksi Padi dengan Memanfaatkan Lahan Rawa
MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memprogramkan dan terus meningkatkan pemanfaatan lahan rawa untuk meningkatkan produksi padi di daerah itu.
“Lahan pertanian khususnya tanaman padi yang menyusut di Sumut akibat alih fungsi lahan harus diatasi antara lain dengan memanfaatkan lahan rawa,” ujar Penjabat Gubernur Sumut Eko Subowo di Medan, Rabu (5/9/2018).
Dia mengatakan itu dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Sumut Elisa Marbun pada acara Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-38, Hari Krida Pertanian ke-46 dan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan Tingkat Provinsi Sumut Tahun 2018.
Menurut dia, luas lahan rawa di Sumut berkisar 78.871 hektare yang tersebar di beberapa kabupaten/kota.
Namun, dari luas lahan rawa itu yang sudah memanfaatkan kawasan tersebut untuk lahan persawahan masih Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Simalungun dan Toba Samosir.
Adapun Langkat, Deliserdang, Serdang Bedagai, Asahan dan Tanjungbalai, sebagian besar memanfaatkan rawa pesisir menjadi perkebunan sawit dan perikanan.
Sementara daerah lain belum menjalankan program pemanfaatan lahan rawa itu dengan berbagai alasan.
Eko mengakui, berdasarkan data, dari luas lahan rawa yang dimiliki Sumut, hanya 41,46 persen yang dapat dikembangkan.
Tingkat kesuburan lahan rawa yang rendah khususnya pada awal pembukaan dan peruntukan menjadi lahan sawah atau berkisar 2,5-3 ton per hektare juga memang menjadi dilema.
“Tetapi pemanfaatan lahan rawa sebagai lahan sawah yang berulangkali disertai dengan teknologi dan sistem pengairan yang baik harus dilakukan dan diyakini dapat meningkatkan produktivitas lahan tersebut,” katanya.
Dia menegaskan, Pemprov Sumut harus mempertahankan swasembada pangan, bahkan diharapkan bisa menjadi penyumbang pangan nasional pada tahun 2045.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Dahler selaku penyelenggara Hari Pangan Sedunia ke-38, mengatakan, dalam acara itu digelar berbagai kegiatan. Mulai lomba cipta menu beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA) berbasis sumber daya lokal yang diikuti 26 kabupaten kota.
Kemudian, kontes ternak inseminasi buatan vaksinasi massal, pameran/bazar/pasar murah, hingga pemberian penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara tingkat Provinsi dan penyerahan bantuan secara simbolis kepada kelompok tani bidang ketahanan pangan peternakan pertanian dan perkebunan.
Demikian juga dengan pemberian makanan tambahan kepada anak sekolah dasar.
Dahler menyebutkan, Pemkab Deliserdang yang menjadi juara umum pada peringatan HPS ke-38 tahun 2018 akan menjadi perwakilan Sumut di tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Banjar Baru, Kalimantan Selatan, pada 18-21 Oktober 2018. (Ant)