Dinkes Inhil Masih Tunda Pemberian Imunisasi MR
TEMBILAHAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Riau menyatakan, masih menunda pemberian imunisasi Measles-Rubella (MR), meski sudah ada kejelasan mengenai status vaksin tersebut.
“Untuk sementara ini ditunda dulu, dan sampai hari ini kita masih menunggu instruksi gubernur, setelah instruksi kita terima, barulah kita lakukan rapat kembali bersama DPRD dan instansi terkait bagaimana selanjutnya,” ungkap Kadinkes Inhil, Zainal Arifin, Selasa (11/9/2018).
Tindaklanjut program imunisasi MR, akan disepakati saat rapat bersama instansi terkait, dengan DPRD setempat. Keputusan rapat, akan menentukan apakah program tersebut akan dilanjutkan atau justru ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan. “Saat ini imunisasi MR masih bersifat pasif, dan tidak kita giatkan, namun jika ada yang minta dilayani ya tetap kita layani,” ungkap Zainal.
Zainal sudah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya, agar tidak turun ke sekolah terlebih dahulu, sampai ada kejelasan terhadap program pemerintah tersebut. Saat disinggung keluhan orang tua, terhadap efek samping dari pemberian imunisasi, Zainal menegaskan, belum ada satu-pun keluhan yang diterima.
Meski demikian, Diskes Inhil tetap bertanggungjawab jika ada keluhan yang masuk dari masyarakat. “Kita punya Kopja KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), anak yang diimunisasi akan kita observasi, jadi segala dampak kemungkinan yang muncul akan kita ketahui melalui pemeriksaan,” jelasnya.
Zainal memaparkan, program imunisasi MR pada dasarnya dilakukan pada Agustus-September 2018. Dari total 197.799 anak di Inhil, yang menjadi sasaran imunisasi, baru sekira 16,5 persen yang berhasil diimunisasi. Angka tersebut, tentulah sangat jauh dari target yang ingin dicapai, sedangkan waktu pelaksanaan hanya sampai September. “Sebenarnya hanya dua bulan saja, tapi dengan adanya penundaan pemberian imunisasi MR ini, bisa saja waktu pelaksanaanya ditambah sampai Oktober mendatang,” pungkasnya. (Ant)