Bandara di Dekat Tripoli di Serang Roket
TRIPOLI – Roket-roket ditembakkan pada Selasa (11/9/2018) malam, ke arah bandar udara di ibu kota Libya, Tripoli. Menurut warga setempat, akibat penembakan tersebut, penerbangan harus dialihkan ke bandara lain.
Serangan-serangan terjadi kurang dari sepekan setelah, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menengahi proses gencatan senjata, yang rentan antara kelompok-kelompok bersenjata yang bersaing di Tripoli.
Seorang juru bicara sebuah faksi yang mengendalikan bandara Matiga menyebut, tidak ada korban jatuh atau kerusakan akibat serangan tersebut. Matigu menjadi satu-satunya bandara yang berfungsi di ibu kota itu. Sementara, saluran-saluran berita Libya melaporkan, beberapa orang terluka akibat serangan roket, yang satu di antaranya mendarat di Laut Tengah.
Kelompok-kelompok yang bersaing itu bertempur di Tripoli selama beberapa hari, tetapi bentrok-bentrok difokuskan pada bagian selatan kota itu. Bandara Matiga berada di satu pinggiran selatan ibu kota. Satu penerbangan Libyan Airlines yang menuju Tripoli dari Iskandariah, Mesir, dialihkan ke Misrata, yang terletak sekira 190 kilometer di sebelah timur Tripoli.
Seorang juru bicara bandara Misrata mengatakan, semua penerbangan ke Tripoli akan dialihkan ke Misrata. Secara terpisah, kelompok IS mengklaim, bertanggung jawab atas satu serangan penembakan terhadap kantor pusat perusahaan minyak Libya NOC di Tripoli.
Serangan tersebut menewaskan dua staf NOC, dan melukai 10 orang lainnya. Seorang pejabat menggambarkan, ada tiga penembak yang juga dibunuh adalah orang-orang Afrika. Kelompok itu menyasar kepentingan ekonomi untuk menekan pemerintah-pemerintah agar mendanai para tentara.
Penyerangan tersebut, menjadi serangan pertama terhadap kepemimpinan industri minyak negara Libya. Libya telah terpecah ke dalam pemerintahan-pemerintahan yang saling bersaing, tetapi NOC terus berfungsi relatif normal di seluruh negeri, yang bergantung pada ekspor minyak untuk sebagian besar pemasukannya. (Ant)