Yayasan Damandiri Peduli Kesehatan Masyarakat di Sumbar
Editor: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Sumatera Barat yang bekerja sama dengan Yayasan Damandiri, menyalurkan bantuan jamban bagi masyarakat di Sumatera Barat.
Ketua LKKS Provinsi Sumatera Barat, Nevi Zuairina mengatakan, ada 1.000 jamban yang dibagikan oleh LKKS melakukan bantuan dari Yayasan Damandiri, dan turut didukung oleh PT. Semen Padang bersama Baznas.
“1.000 jamban itu dibagikan seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Bahkan telah selesai disalurkan. Terakhir disalurkan berada di Kabupaten Pasaman,” katanya, Senin (20/8/2018).
Ia menyebutkan, alasan hanya berjalan setengah tahun dalam menyalurkan bantuan jamban itu, karena jumlah 1.000 jamban, terbilang cukup sedikit, dan kondisi kemiskinan di Sumatera Barat melebihi satu juta jiwa.
“Ya masih ada masyarakat yang layak, yang belum dapat bantuan jamban ini. Untuk ke depan saya akan mengusulkan kepada Yayasan Damandiri, supaya ditambah,” ujarnya.
Nevi menjelaskan pada kesempatan memberikan bantuan jamban terakhir di salah satu rumah warga di Nagari Ganggo Mudiak, Kecamatan Bonjol, Pasaman, beberapa hari yang lalu, mengatakan, penyerahan bantuan jamban sehat dilakukan dalam rangka mendukung program peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat bagi keluarga miskin.
Untuk itu ke depan bantuan jamban dapat ditingkatkan lagi. Sehingga pemerataan perilaku hidup sehat dapat dilakukan. Apalagi masih ada tiga daerah di Sumatera Barat yang masih memiliki status daerah tertinggal, seperti Kabupaten Solok Selatan, Pasaman Barat, dan Kepulauan Mentawai.
“Keberadaan jamban di setiap rumah warga di Sumatera Barat ini masih terbilang minim dan masih ada warga yang buang jambannya sembarang tempat, ada yang di kali, sungai, laut dan hutan. Tentunya, ini tidak sehat dan tidak sesuai dengan syariat agama Islam,” jelasnya.
Di Pasaman, Nevi menyalurkan bantuan pembangunan 100 jamban untuk keluarga miskin di empat nagari di Kabupaten Pasaman yaitu 25 jamban di Nagari Ganggo Mudiak, Bonjol 25 Jamban di Nagari Sundatar, Lubuksikaping 30 jamban di Nagari Panti Kecamatan Panti, dan 20 jamban lagi di Nagari Lubuk Layang, Rao Selatan.
Nevi Zuairina berharap, pembangunan 100 jamban sehat untuk KK miskin di daerah tersebut dapat terlaksana dengan baik. Hal ini dikarenakan merupakan kerja sama LKKS Sumatera Barat dengan Baznas Sumatera Barat.
Di penghubung bulan Agustus ini, kegiatan pembangunan jamban sehat tersebut tersebar di sembilan kabupaten/kota di Sumatera Barat. Kegiatan tersebut akan terus ditingkatkan, termasuk jumlah penerima manfaat.
Wakil Ketua LKKS Pasaman, Mira Athos Pratama, mengatakan, sebanyak 100 KK miskin di empat nagari di daerah itu menerima bantuan pembangunan jamban sehat dari LKKS Provinsi Sumatera Barat.
Adapun total bantuan pembangunan jamban sehat ini senilai Rp33 juta yaitu Rp25 juta merupakan bantuan Baznas dan sebesar Rp8 juta merupakan bantuan dari LKKS Provinsi Sumbar untuk 100 jamban leher angsa.
“Semoga dengan adanya jamban sehat ini dapat untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit dan meningkatkan kesehatan keluarga serta masyarakat, khususnya di Kabupaten Pasaman,” terangnya.